3 Fakta Rencana Kudeta Obama terhadap Trump, Salah Satunya Politisasi Intelijen

Selasa, 22 Juli 2025 - 03:45 WIB
loading...
3 Fakta Rencana Kudeta...
Barack Obama dituduh melakukan kudeta terhadap Presiden AS Donald Trump. Foto/X/@WhiteHouse
A A A
WASHINGTON - Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, menuduh mantan Presiden AS Barack Obama dan sejumlah pejabat senior pemerintahannya mendalangi "konspirasi pemberontakan" untuk mendelegitimasi kemenangan Donald Trump dalam pemilu 2016. Ia berjanji akan merilis informasi tambahan tentang dugaan konspirasi tersebut.

3 Fakta Rencana Kudeta Obama terhadap Trump, Salah Satunya Politisasi Intelijen

1. Obama Menuduh Trump Berkolusi dengan Rusia Tanpa Bukti

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Gabbard mendeklasifikasi lebih dari 100 dokumen yang menggambarkan upaya terkoordinasi oleh para pejabat senior era Obama untuk secara keliru menuduh Trump berkolusi dengan Rusia.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa mata-mata Obama mengabaikan semua penilaian intelijen yang tidak menemukan keterlibatan Rusia dan menggantinya dengan klaim palsu – yang menjadi dasar bagi penyelidikan Russiagate, yang digambarkan Gabbard sebagai "kudeta selama bertahun-tahun" terhadap Trump.

Baca Juga: Drone Ukraina Serang Moskow, Rusia Balas Merudal Kyiv

2. Melakukan Politisasi Intelijen

"Implikasi dari hal ini, sejujurnya, sangat bersejarah," ujar Gabbard kepada Sunday Morning Futures di Fox News. "Ini lebih buruk daripada politisasi intelijen. Ini adalah dokumen intelijen rekayasa yang bertujuan untuk mencapai tujuan Presiden Obama dan timnya, yaitu merongrong kepresidenan Presiden Trump dan menumbangkan keinginan rakyat Amerika."

Gabbard menjanjikan pengungkapan lebih lanjut, dengan mengatakan, "Minggu depan kami akan merilis informasi yang lebih rinci tentang bagaimana tepatnya ini terjadi dan sejauh mana informasi ini disembunyikan dari rakyat Amerika."

3. Melibatkan CIA dan FBI

Dokumen-dokumen tersebut melibatkan para pejabat intelijen tinggi di bawah Obama – di antaranya mantan DNI James Clapper, Direktur CIA John Brennan, Direktur FBI James Comey, dan Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice – dalam dugaan plot tersebut.

Gabbard mengonfirmasi rencana untuk menyerahkan temuan tersebut kepada Departemen Kehakiman dan FBI untuk diproses secara pidana, dan berjanji akan melakukan segala yang ia bisa untuk memastikan akuntabilitas.

"Mereka yang bertanggung jawab, betapa pun berkuasanya mereka saat itu, siapa pun yang terlibat dalam menciptakan konspirasi pengkhianatan ini terhadap rakyat Amerika, mereka semua harus dimintai pertanggungjawaban," tegasnya.

Moskow telah membantah telah mencampuri proses pemilu AS. Skandal Russiagate telah sangat membebani hubungan antara Washington dan Moskow, yang mengakibatkan sanksi, penyitaan aset, dan putusnya hubungan diplomatik.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved