Kronologi Sleeping Prince Arab Saudi, dari Kecelakaan, Koma 20 Tahun, hingga Meninggal
Senin, 21 Juli 2025 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
♦Pada usia 15 tahun, Pangeran Al-Waleed menjalani pendidikan di sebuah akademi militer di London.
♦Pada 2005, kecelakaan mobil parah menyebabkan cedera otak kritis (perdarahan otak internal), membuatnya jatuh ke dalam koma vegetatif permanen.
♦Setelah kecelakaan mobil, Pangeran Al-Waleed sempat sadar dan menanyakan nasib dua temannya yang ikut kecelakaan bersamanya. Sejak itu, dia mengalami koma dan tak kunjung bangun hingga lebih dari 20 tahun.
♦Dokter Amerika Serikat dan Spanyol turun tangan, namun tak bisa mengubah kondisinya. Dia bertahan hidup meski dalam kondisi koma.
♦Pangeran Al-Waleed dirawat berkelanjutan di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, dengan kunjungan tim dokter dari Amerika Serikat, Eropa, dan keluarga yang rutin berdoa dan merawatnya di rumah sakit.
♦Ayahnya, Pangeran Khaled, menolak saran medis untuk mencabut alat bantu hidup (ventilator dan feeding tube)-nya, dengan alasan agama: “hidup dan mati ada di tangan Tuhan.”
♦Pada 2005, kecelakaan mobil parah menyebabkan cedera otak kritis (perdarahan otak internal), membuatnya jatuh ke dalam koma vegetatif permanen.
2. Menjadi Sleeping Prince
♦Setelah kecelakaan mobil, Pangeran Al-Waleed sempat sadar dan menanyakan nasib dua temannya yang ikut kecelakaan bersamanya. Sejak itu, dia mengalami koma dan tak kunjung bangun hingga lebih dari 20 tahun.
♦Dokter Amerika Serikat dan Spanyol turun tangan, namun tak bisa mengubah kondisinya. Dia bertahan hidup meski dalam kondisi koma.
3. Pakai Alat Bantu Hidup dan Momen Keajaiban
♦Pangeran Al-Waleed dirawat berkelanjutan di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, dengan kunjungan tim dokter dari Amerika Serikat, Eropa, dan keluarga yang rutin berdoa dan merawatnya di rumah sakit.
♦Ayahnya, Pangeran Khaled, menolak saran medis untuk mencabut alat bantu hidup (ventilator dan feeding tube)-nya, dengan alasan agama: “hidup dan mati ada di tangan Tuhan.”
Lihat Juga :