PM Israel Benjamin Netanyahu Jatuh Sakit akibat Keracunan Makanan

Senin, 21 Juli 2025 - 08:32 WIB
loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu...
PM Israel Benjamin Netanyahu jatuh sakit setelah keracunan makanan sejak Sabtu malam pekan lalu. Foto/via Ohad Zwigenberg
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah jatuh sakit setelah keracunan makanan. Kantor Netanyahu mengatakan pemimpin rezim Zionis itu sedang menjalani proses pemulihan dengan bersitirahat selama tiga hari ke depan.

Menurut kantor tersebut, meski jatuh sakit, Netanyahu akan terus menjalankan tugasnya sembari beristirahat.

Netanyahu (75) jatuh sakit sejak Sabtu malam dan diketahui menderita radang usus dan dehidrasi. Kondisi itu membuatnya harus menerima cairan infus, menurut pernyataan Kantor Netanyahu.

Baca Juga: Sniper Israel Tembaki Anak-anak Gaza seperti Bermain Game

“Sesuai dengan instruksi dokternya, perdana menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan dan akan mengurus urusan negara dari sana,” imbuh pernyataan Kantor Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Senin (21/7/2025).

Netanyahu pernah dipasangi alat pacu jantung pada tahun 2023 dan Desember lalu dia menjalani operasi pengangkatan prostat setelah didiagnosis menderita infeksi saluran kemih.

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Zionis Israel Avigdor Lieberman menuduh Netanyahu berupaya memperpanjang perang Gaza hingga pemilu Israel. Lieberman mengatakan tujuan perang untuk melenyapkan Hamas mustahil tercapai.

Lieberman, pemimpin Partai Yisrael Beiteinu yang berhaluan kanan, mengatakan tekanan internal akan diarahkan kepada Netanyahu setelah para sandera yang ditawan Hamas pada Oktober 2023 dipulangkan dan perang berakhir.

"Netanyahu ingin memperpanjang perang hingga pemilu," kata Lieberman kepada lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Mantan Menhan tersebut tidak merinci apakah yang dia maksud adalah pemilu setelah masa jabatan Netanyahu berakhir pada Desember 2026 atau pemilu awal yang mungkin berlangsung pada akhir 2025 atau awal 2026.

"Tidak mungkin melenyapkan Hamas tanpa terlebih dahulu mengembalikan semua sandera (di Gaza) sekaligus," ujarnya.

Negosiasi tidak langsung dimulai pada 6 Juli di Ibu Kota Qatar, Doha, untuk mencapai kesepakatan yang mencakup gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.

Seorang sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada Anadolu bahwa kelompok perlawanan Palestina tersebut menerima peta terbaru dari para mediator yang menunjukkan wilayah-wilayah di Gaza masih berada di bawah kendali Israel dan memulai konsultasi internal untuk mengevaluasi peta-peta tersebut.

Pasukan Israel telah menewaskan hampir 59.000 warga Palestina di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut, membuatnya tidak layak huni.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
Kerugian Finansial yang...
Kerugian Finansial yang Dialami Israel Akibat Kebakaran Dahsyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved