230 Drone Ukraina Serbu Bandara Moskow, 140 Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 20 Juli 2025 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?
Para pejabat regional di Ukraina mengatakan dua orang tewas setelah serangan udara Rusia di berbagai wilayah Donetsk, sementara seorang perempuan berusia 78 tahun tewas setelah bangunan tempat tinggal terbakar di Sumy.
Angkatan udara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 18 dari 57 pesawat nirawak Rusia semalam hingga Minggu, sementara tujuh pesawat nirawak lainnya hilang setelah radar mereka dirusak.
Selain Sumy dan Donetsk, wilayah garis depan lainnya di Kharkiv dan Dnipropetrovsk juga diserang, begitu pula Zaporizhzhia.
Serangan terbaru ini terjadi ketika juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk bergerak menuju penyelesaian damai dengan Ukraina, tetapi prioritas Moskow adalah "mencapai tujuan kami".
"Presiden Putin telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membawa penyelesaian Ukraina ke penyelesaian damai sesegera mungkin. Ini adalah proses yang panjang, membutuhkan upaya, dan tidak mudah," ujarnya dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi.
Sudah hampir tiga setengah tahun sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Pada hari Sabtu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengusulkan putaran perundingan baru dengan Moskow, yang bertujuan untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti bulan lalu.
Para pejabat regional di Ukraina mengatakan dua orang tewas setelah serangan udara Rusia di berbagai wilayah Donetsk, sementara seorang perempuan berusia 78 tahun tewas setelah bangunan tempat tinggal terbakar di Sumy.
Angkatan udara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 18 dari 57 pesawat nirawak Rusia semalam hingga Minggu, sementara tujuh pesawat nirawak lainnya hilang setelah radar mereka dirusak.
Selain Sumy dan Donetsk, wilayah garis depan lainnya di Kharkiv dan Dnipropetrovsk juga diserang, begitu pula Zaporizhzhia.
Serangan terbaru ini terjadi ketika juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk bergerak menuju penyelesaian damai dengan Ukraina, tetapi prioritas Moskow adalah "mencapai tujuan kami".
"Presiden Putin telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membawa penyelesaian Ukraina ke penyelesaian damai sesegera mungkin. Ini adalah proses yang panjang, membutuhkan upaya, dan tidak mudah," ujarnya dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi.
Sudah hampir tiga setengah tahun sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Pada hari Sabtu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengusulkan putaran perundingan baru dengan Moskow, yang bertujuan untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti bulan lalu.
Lihat Juga :