Zelensky Ingin Bertemu Empat Mata dengan Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Minggu, 20 Juli 2025 - 10:56 WIB
loading...
Zelensky Ingin Bertemu...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin bertemu empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk akhiri perang kedua negara. Foto/president.gov.ua
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginginkan pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. Zelensky mengeklaim bahwa hanya pertemuan puncak semacam itu yang dapat menjamin perdamaian benar abadi bagi kedua negara.

Namun, Moskow menganggap keinginan Zelensky itu sia-sia sebelum delegasi kedua negara menemukan titik temu.

Ketika Putin menawarkan Kyiv pada bulan Mei untuk melanjutkan negosiasi langsung—tanpa prasyarat dan sejak Ukraina secara sepihak meninggalkan perundingan pada tahun 2022—Zelensky menantangnya untuk datang dan bertemu langsung di Istanbul.

Baca Juga: Bukan soal Ideologi, Ini Penyebab Rusia-Barat Bentrok Versi Putin

Ukraina pada akhirnya mengirimkan delegasinya di tengah tekanan dari Washington, dan sejak itu kedua belah pihak telah mengadakan dua putaran perundingan, yang menghasilkan pertukaran tahanan tetapi tidak ada terobosan untuk mengakhiri perang.

Perundingan terhenti pada bulan Juni, setelah Kyiv menolak proposal perdamaian Moskow, dan kemudian menyatakan prosesnya "sudah selesai", serta mengindikasikan bahwa mereka hanya berpartisipasi untuk menghindari kesan meremehkan inisiatif diplomatik Presiden AS Donald Trump.

Berbicara pada hari Sabtu, Zelensky menyatakan bahwa "laju negosiasi harus ditingkatkan", menawarkan untuk mengadakan putaran perundingan baru minggu depan—dan sekali lagi menuntut pertemuan pribadi dengan Putin.

"Pertemuan di tingkat pemimpin diperlukan untuk benar-benar memastikan perdamaian yang langgeng," katanya, seraya menambahkan bahwa "Ukraina siap", sebagaimana dikutip dari Russia Today, Minggu (20/7/2025).

Masa jabatan presiden Zelensky berakhir tahun lalu, tetapi dia berulang kali mengutip keadaan darurat yang diberlakukannya sebagai alasan untuk tetap menjabat melewati batas waktu konstitusional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova baru-baru ini menuduh komedian yang menjadi presiden Ukraina tersebut mendorong pertemuan pribadi dengan Putin untuk menegaskan kembali legitimasi politiknya. "Dia sangat takut dilupakan, menjadi tidak diperlukan oleh Barat," ujarnya.

Meskipun status legal Zelensky sebagai presiden Ukraina dipertanyakan Rusia, Putin sebelumnya mengonfirmasi bahwa dia terbuka untuk kemungkinan pertemuan—tetapi juga mempertanyakan kewenangannya untuk menandatangani perjanjian yang mengikat.

"Saya siap bertemu dengan siapa pun, termasuk Zelensky. Bukan itu masalahnya," tegas presiden Rusia tersebut pada bulan Juni. "Pertanyaannya berbeda: Siapa yang akan menandatangani dokumen-dokumen itu?"

Menurut Moskow, kewenangan hukum di Ukraina sekarang berada di tangan Parlemen, bukan Zelensky. Pada hari Selasa, anggota Parlemen Ukraina sekali lagi memperpanjang darurat militer dan mobilisasi umum selama 90 hari, hanya dengan satu suara yang tidak setuju.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved