Pangeran Al-Waleed, Si 'Sleeping Prince' Arab Saudi, Meninggal: Apa yang Membuatnya Koma 20 Tahun?
Minggu, 20 Juli 2025 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh spesialis Amerika dan Spanyol, termasuk konsultasi ekstensif dengan ahli saraf dan ahli perawatan intensif, dia tidak pernah sepenuhnya sadar.
Selama bertahun-tahun, Pangeran Al-Waleed tetap berada dalam kondisi koma yang minim respons, terkadang menunjukkan gerakan-gerakan tak sadar yang menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang kecil namun sekilas.
Selama kondisinya, dia menggunakan ventilator, dan fungsi vitalnya didukung sepanjang waktu. Kasusnya menarik perhatian dan simpati hingga ke luar istana kerajaan, mengubah kamar rumah sakitnya menjadi tempat spiritual yang tenang.
Anggota keluarga dan pengunjung, termasuk tokoh agama, kerap berkumpul untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berharap akan datangnya keajaiban. Video yang menunjukkan reaksi Pangeran Al-Waleed yang tampak halus terhadap bacaan Al-Qur'an pernah dibagikan secara daring, menjadi simbol harapan abadi.
Selama hampir 20 tahun, ayah Pangeran Al-Waleed, Pangeran Khaled bin Talal, tetap teguh dalam keyakinannya bahwa putranya akan pulih.
Dedikasinya diakui secara luas, terutama karena dia terus menolak untuk mengakhiri alat bantu hidup meskipun peluangnya kecil.
Saat salat Idulfitri atau saat kunjungan keluarga saat Idulfitri, Pangeran Khaled terlihat berdoa dengan penuh haru, memohon kepada Allah untuk kesembuhan putranya.
Selama bertahun-tahun, dia menggunakan media sosialnya, terutama di platform X, untuk berbagi kabar terbaru, menyampaikan doa, dan mengajak orang lain untuk turut serta dalam iman dan dukungannya.
Selama bertahun-tahun, Pangeran Al-Waleed tetap berada dalam kondisi koma yang minim respons, terkadang menunjukkan gerakan-gerakan tak sadar yang menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang kecil namun sekilas.
Selama kondisinya, dia menggunakan ventilator, dan fungsi vitalnya didukung sepanjang waktu. Kasusnya menarik perhatian dan simpati hingga ke luar istana kerajaan, mengubah kamar rumah sakitnya menjadi tempat spiritual yang tenang.
Anggota keluarga dan pengunjung, termasuk tokoh agama, kerap berkumpul untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berharap akan datangnya keajaiban. Video yang menunjukkan reaksi Pangeran Al-Waleed yang tampak halus terhadap bacaan Al-Qur'an pernah dibagikan secara daring, menjadi simbol harapan abadi.
Harapan Sang Ayah yang Tak Tergoyahkan
Selama hampir 20 tahun, ayah Pangeran Al-Waleed, Pangeran Khaled bin Talal, tetap teguh dalam keyakinannya bahwa putranya akan pulih.
Dedikasinya diakui secara luas, terutama karena dia terus menolak untuk mengakhiri alat bantu hidup meskipun peluangnya kecil.
Saat salat Idulfitri atau saat kunjungan keluarga saat Idulfitri, Pangeran Khaled terlihat berdoa dengan penuh haru, memohon kepada Allah untuk kesembuhan putranya.
Selama bertahun-tahun, dia menggunakan media sosialnya, terutama di platform X, untuk berbagi kabar terbaru, menyampaikan doa, dan mengajak orang lain untuk turut serta dalam iman dan dukungannya.
Lihat Juga :