Dokter Gaza Abu Safiya Hanya Diberi 2 Sendok Nasi Sehari di Penjara Israel
Sabtu, 19 Juli 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
"Para tahanan di dalam penjara Ofer menghadapi kondisi yang sangat keras dan mengerikan," papar dia.
Pengacara tersebut menjelaskan bagaimana warga Palestina yang dipenjara di sana hanya diperbolehkan makan dua sendok nasi sehari, sementara gula dan garam dilarang sama sekali "untuk mencegah peningkatan hormon kebahagiaan, sekecil apa pun, akibat mengonsumsi gula".
"Ini merupakan tambahan dari penggerebekan sel yang sering terjadi, penyiksaan, dan penggeledahan terus-menerus yang dialami para tahanan," ujar dia.
Kasus penyiksaan dan pengabaian medis terbaru di tahanan Israel melibatkan kematian Samir al-Rifai, 53 tahun, dari Jenin.
Menurut Komisi Urusan Tahanan Palestina, Rifai meninggal tujuh hari setelah penangkapannya, sehingga jumlah korban tewas tahanan Palestina yang telah meninggal di bawah tahanan Israel sejak awal perang genosida di Gaza menjadi 74 orang.
Ayah lima anak ini dilaporkan menderita masalah jantung dan membutuhkan perawatan medis intensif.
Sumber-sumber menyatakan kematiannya disebabkan perlakuan buruk dan kondisi penjara yang parah, meskipun belum ada laporan resmi yang dirilis.
Abu Safiya telah dikategorikan sebagai "pejuang ilegal" oleh otoritas Israel, meskipun ia seorang dokter sipil. Klasifikasi ini berarti tidak ada dakwaan resmi terhadapnya.
"Penetapan sebagai kombatan ilegal menjadikan seorang tahanan tanpa hak," ujar Kassem.
Pengacara tersebut menjelaskan bagaimana warga Palestina yang dipenjara di sana hanya diperbolehkan makan dua sendok nasi sehari, sementara gula dan garam dilarang sama sekali "untuk mencegah peningkatan hormon kebahagiaan, sekecil apa pun, akibat mengonsumsi gula".
"Ini merupakan tambahan dari penggerebekan sel yang sering terjadi, penyiksaan, dan penggeledahan terus-menerus yang dialami para tahanan," ujar dia.
Kasus penyiksaan dan pengabaian medis terbaru di tahanan Israel melibatkan kematian Samir al-Rifai, 53 tahun, dari Jenin.
Menurut Komisi Urusan Tahanan Palestina, Rifai meninggal tujuh hari setelah penangkapannya, sehingga jumlah korban tewas tahanan Palestina yang telah meninggal di bawah tahanan Israel sejak awal perang genosida di Gaza menjadi 74 orang.
Ayah lima anak ini dilaporkan menderita masalah jantung dan membutuhkan perawatan medis intensif.
Sumber-sumber menyatakan kematiannya disebabkan perlakuan buruk dan kondisi penjara yang parah, meskipun belum ada laporan resmi yang dirilis.
Ketiadaan Hak
Abu Safiya telah dikategorikan sebagai "pejuang ilegal" oleh otoritas Israel, meskipun ia seorang dokter sipil. Klasifikasi ini berarti tidak ada dakwaan resmi terhadapnya.
"Penetapan sebagai kombatan ilegal menjadikan seorang tahanan tanpa hak," ujar Kassem.
Lihat Juga :