Dokter Gaza Abu Safiya Hanya Diberi 2 Sendok Nasi Sehari di Penjara Israel
Sabtu, 19 Juli 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
"Hukum Israel mencabut hak asasi manusia alami mereka yang memiliki sebutan ini di dalam penjara," papar dia.
Kassem menambahkan otoritas penjara juga menciptakan "hambatan beruntun bagi para pengacara," dengan setiap kunjungan harus dijadwalkan empat bulan sebelumnya.
Bahkan setelah itu, kunjungan tersebut dapat dibatalkan.
Selain itu, perwakilan hukum seringkali harus menunggu lama, dan ketika klien mereka akhirnya dibawa untuk kunjungan, mereka seringkali diserang di jalan sambil merangkak di tanah dengan borgol.
"Wawancara dilakukan di bawah mikroskop, di bawah pengawasan dan pendengaran sipir penjara. Jika sipir penjara merasa bahwa kunjungan tersebut telah meningkatkan moral narapidana, mereka akan menyerangnya sebagai balas dendam," ujar dia.
“Para narapidana juga menjadi sasaran penyiksaan psikologis yang terus-menerus,” ungkap Kassem, termasuk dipaparkan gambar-gambar vulgar dan berita-berita yang menyedihkan serta diberi informasi palsu tentang kematian orang-orang terkasih.
"Pertanyaan pertama yang ditanyakan setiap narapidana kepada saya adalah tentang keluarga mereka dan apakah mereka masih hidup," ujar dia.
Baca juga: Abu Ubaidah: Israel Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata untuk Bebaskan Semua Tawanan di Gaza
Kassem menambahkan otoritas penjara juga menciptakan "hambatan beruntun bagi para pengacara," dengan setiap kunjungan harus dijadwalkan empat bulan sebelumnya.
Bahkan setelah itu, kunjungan tersebut dapat dibatalkan.
Selain itu, perwakilan hukum seringkali harus menunggu lama, dan ketika klien mereka akhirnya dibawa untuk kunjungan, mereka seringkali diserang di jalan sambil merangkak di tanah dengan borgol.
"Wawancara dilakukan di bawah mikroskop, di bawah pengawasan dan pendengaran sipir penjara. Jika sipir penjara merasa bahwa kunjungan tersebut telah meningkatkan moral narapidana, mereka akan menyerangnya sebagai balas dendam," ujar dia.
“Para narapidana juga menjadi sasaran penyiksaan psikologis yang terus-menerus,” ungkap Kassem, termasuk dipaparkan gambar-gambar vulgar dan berita-berita yang menyedihkan serta diberi informasi palsu tentang kematian orang-orang terkasih.
"Pertanyaan pertama yang ditanyakan setiap narapidana kepada saya adalah tentang keluarga mereka dan apakah mereka masih hidup," ujar dia.
Baca juga: Abu Ubaidah: Israel Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata untuk Bebaskan Semua Tawanan di Gaza
(sya)
Lihat Juga :