Dua Ilmuwan China Terlibat Bio-Smuggling, Universitas Michigan Jadi Sorotan

Jum'at, 18 Juli 2025 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Langkah ini sejalan dengan dorongan Partai Republik di Kongres, yang meminta universitas-universitas di AS memutus hubungan penelitian dengan China, dengan alasan bahwa China mengeksploitasi kerja sama tersebut untuk mencuri teknologi. Universitas Michigan sendiri mengakhiri kemitraannya dengan sebuah universitas di Shanghai pada Januari lalu setelah mendapat tekanan dari anggota DPR AS yang menyebut kerja sama itu sebagai risiko keamanan.

Penyelundupan Jamur Beracun


Penyelidikan terbaru ini meminta Universitas Michigan menyerahkan catatan keuangan serta informasi seputar kolaborasi riset dengan institusi luar negeri. Departemen Pendidikan menuduh kampus tersebut menyampaikan laporan yang “tidak lengkap, tidak akurat, dan tidak tepat waktu” mengenai pendanaan dari sumber luar negeri.

Pada Juni lalu, otoritas federal mendakwa seorang ilmuwan China dan kekasihnya—yang bekerja di laboratorium Universitas Michigan—setelah FBI menggagalkan upaya mereka menyelundupkan jamur beracun ke AS.

Beberapa hari setelahnya, seorang ilmuwan China lainnya ditangkap saat baru tiba di AS. Dia dituduh mengirimkan bahan biologis ke laboratorium Universitas Michigan.

Menanggapi kasus tersebut, pihak Universitas Michigan menyatakan kecaman terhadap tindakan apa pun yang membahayakan keamanan nasional dan mengumumkan peninjauan ulang terhadap protokol keamanan riset.

Namun dalam surat resminya kepada pihak universitas, Departemen Pendidikan menilai bahwa sejumlah pejabat kampus justru meremehkan kerentanan kerja sama riset dengan institusi di China. Salah satu yang disorot adalah Ann Chih Lin, Direktur Pusat Studi China di universitas tersebut, yang secara terbuka menyatakan bahwa ancaman pencurian teknologi dari China “dilebih-lebihkan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved