Arab Saudi Kecam Serangan Mematikan Israel di Gereja Keluarga Kudus Gaza

Jum'at, 18 Juli 2025 - 07:50 WIB
loading...
Arab Saudi Kecam Serangan...
Kerajaan Arab Saudi mengecam serangan mematikan militer Israel di Gereja Keluarga Kudus di Jalur Gaza, Palestina. Foto/Palestine Chronicle
A A A
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengecam serangan mematikan militer Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus di Jalur Gaza, Palestina, pada hari Kamis. Kerajaan tersebut meminta Dewan Keamanan PBB bertindak karena serangan militer Zionis telah menargetkan warga sipil dan tempat ibadah.

"Serangan berulang di wilayah tersebut membutuhkan sikap internasional yang serius untuk mengakhiri kejahatan pendudukan Israel, yang mengancam keamanan dan stabilitas regional," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Menurut kerajaan, komunitas internasional—khususnya Dewan Keamanan PBB—harus meminta pertanggungjawaban Israel. "Dan mengaktifkan mekanisme akuntabilitas internasional atas pelanggaran tersebut," lanjut Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang dilansir Al Arabiya English, Jumat (18/7/2025).

Baca Juga: Israel Bom Gereja Katolik Gaza, Pastor Paroki Terluka, 2 Warga Tewas

Serangan Israel terhadap satu-satunya Gereja Katolik di Gaza itu menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya, menurut Patriarkat Latin Yerusalem yang mengawasi paroki kecil tersebut.

"Patriarkat mengutuk penargetan warga sipil tak berdosa dan tempat suci ini," kata Patriarkat Latin Yerusalem, yang merinci dua perempuan dan satu laki-laki tewas dalam serangan Israel tersebut.

"Perang yang mengerikan ini harus diakhiri sepenuhnya," katanya.

Menurut Patriarkat, para korban telah beralih ke kompleks gereja sebagai tempat berlindung yang aman setelah rumah, harta benda, dan martabat mereka telah dirampas pasukan Israel.

Gereja Keluarga Kudus juga berbicara dalam pernyataan terpisah tentang sejumlah korban luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Dalam sebuah telegram untuk para korban, pemimpin Vatikan Paus Leo mengatakan dia sangat berduka dan menyerukan gencatan senjata segera.

"Paus menyatakan harapannya yang mendalam untuk dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian abadi di kawasan itu," menurut telegram yang ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, tanpa menyebutkan Israel.

Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa hasil investigasi akan dipublikasikan.

Militer Israel berdalih tidak menargetkan gereja atau tempat ibadah dan menyesalkan kerugian yang dialami gereja atau warga sipil Gaza.

Patriarkat sebelumnya menyatakan bahwa pastor paroki, Pastor Gabriel Romanelli, termasuk di antara mereka yang terluka, dan gerejanya mengalami kerusakan.

Pastor Romanelli, seorang warga Argentina, biasa secara rutin memberi kabar terbaru kepada mendiang Paus Fransiskus tentang konflik Israel-Palestina melalui panggilan telepon dan pesan.

Tayangan televisi menunjukkan dia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza, dengan perban di kaki kanan bawahnya.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyalahkan Israel atas serangan terhadap kompleks ibadah tersebut.

"Serangan terhadap penduduk sipil yang telah dilakukan Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima. Tidak ada tindakan militer yang dapat membenarkan sikap seperti itu," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
Anggota Satresnarkoba...
Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Kalteng Gugur Ditembak saat Gerebek Bandar Narkoba
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved