Israel Bom Gereja Katolik Gaza, Pastor Paroki Terluka, 2 Warga Tewas
Kamis, 17 Juli 2025 - 19:30 WIB
loading...
Pastor Gabriel Romanelli terluka dalam serangan Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza. Foto/X
A
A
A
GAZA - Serangan langsung terhadap Gereja Katolik Keluarga Kudus di Kota Gaza pada Kamis pagi (17/7/2025) menewaskan dua orang dan melukai beberapa warga sipil, termasuk Pastor Paroki, Pastor Gabriel Romanelli. Kabar itu dirilis Patriarkat Latin Yerusalem.
Serangan itu terjadi ketika penembakan Israel yang intens terus menghantam lingkungan al-Zaytun, kawasan permukiman bersejarah di Kota Gaza.
Selama berminggu-minggu, 541 umat Kristen Palestina yang berlindung di dalam kompleks gereja telah mengalami pemboman terus-menerus, dengan dinding gereja dilaporkan bergetar akibat ledakan di dekatnya.
Menurut surat kabar Italia L’Avvenire, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.10 pagi, ketika satu bahan peledak yang ditembakkan dari tank Israel menghantam atap gereja di dekat salib, menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.
Puing-puing dilaporkan jatuh ke halaman dalam, mengenai beberapa warga sipil, termasuk dua perempuan lanjut usia yang sedang duduk di dalam tenda yang didirikan Caritas Jerusalem untuk sesi dukungan psikologis.
Sesi-sesi ini telah ditangguhkan dalam beberapa hari terakhir karena meningkatnya kekerasan.
Serangan itu terjadi ketika penembakan Israel yang intens terus menghantam lingkungan al-Zaytun, kawasan permukiman bersejarah di Kota Gaza.
Selama berminggu-minggu, 541 umat Kristen Palestina yang berlindung di dalam kompleks gereja telah mengalami pemboman terus-menerus, dengan dinding gereja dilaporkan bergetar akibat ledakan di dekatnya.
Menurut surat kabar Italia L’Avvenire, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.10 pagi, ketika satu bahan peledak yang ditembakkan dari tank Israel menghantam atap gereja di dekat salib, menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.
Puing-puing dilaporkan jatuh ke halaman dalam, mengenai beberapa warga sipil, termasuk dua perempuan lanjut usia yang sedang duduk di dalam tenda yang didirikan Caritas Jerusalem untuk sesi dukungan psikologis.
Sesi-sesi ini telah ditangguhkan dalam beberapa hari terakhir karena meningkatnya kekerasan.
Lihat Juga :