Momen Horor Penyiar TV Suriah Lari saat Live Ketika Gedung di Dekatnya Dibom Israel

Kamis, 17 Juli 2025 - 09:54 WIB
loading...
Momen Horor Penyiar...
Seorang penyiar berita televisi Suriah lari saat live ketika gedung-gedung di dekatnya dibom militer Israel. Foto/Screenshot video Sky News
A A A
DAMASKUS - Pengeboman gedung-gedung di Ibu Kota Suriah, Damaskus, terekam televisi yang sedang siaran langsung atau live pada Rabu. Seorang penyiar berita perempuan terlihat kaget dan lari meninggalkan siaran langsung ketika gedung-gedung di dekatnya dibom militer Zionis.

Serangan mendadak Israel terjadi setelah berhari-hari konflik internal yang berdarah di Suriah. Pihak berwenang Suriah mengeklaim beberapa warga sipil tewas akibat agresi militer Israel.

Serangan itu terjadi setelah tiga hari pertempuran antara tentara Suriah, suku Badui, dan anggota komunitas Druze di kota Sweida di selatan negara tersebut.

Baca Juga: Israel Bombardir Istana Kepresidenan Suriah

Kelompok pemantau perang Suriah melaporkan sekitar 350 orang tewas dalam perang saudara tersebut, dan otoritas Suriah telah berjanji untuk menyelidiki laporan "eksekusi kilat" terhadap orang-orang Druze.

Komunitas Druze Suriah memiliki hubungan dengan komunitas Druze Israel, yang tinggal di dekat perbatasan utara. Druze adalah kelompok agama Arab yang menganut kepercayaan Druze.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa situasi di Suriah barat daya sangat serius.

"Kami berupaya menyelamatkan saudara-saudara Druze kami dan melenyapkan geng-geng rezim," katanya, seperti dikutip AFP, Kamis (17/7/2025).

Israel telah menampilkan diri sebagai pembela kelompok tersebut, meskipun beberapa analis mengatakan itu adalah dalih untuk mengejar tujuan militernya sendiri, yaitu menjauhkan pasukan pemerintah Suriah sejauh mungkin dari perbatasan bersama mereka.

Setelah jatuhnya penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada bulan Desember 2024, militer Israel mengambil alih zona demiliterisasi yang diawasi PBB di Dataran Tinggi Golan dan melancarkan ratusan serangan terhadap target militer di Suriah.

Sebelum serangan hari Rabu di Damsyik, Israel telah melancarkan serangan udara di provinsi Sweida awal pekan ini dalam apa yang disebutnya sebagai upaya membela kaum Druze.

Israel mengatakan pihaknya menyerang target militer di area istana presiden, sementara sumber Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan serangan di luar ibu kota, di sekitar bandara Mazzeh—bandara militer Suriah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mendesak pasukan Damaskus untuk meninggalkan Druze di Sweida, dan mengancam akan melancarkan pukulan keras hingga pasukan pemerintah Suriah mundur.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan Israel sebagai "agresi berbahaya", dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut telah mengakibatkan hilangnya beberapa warga sipil tak berdosa.

"Serangan brutal ini, yang merupakan bagian dari kebijakan yang disengaja oleh entitas Israel untuk mengobarkan ketegangan, menyebarkan kekacauan, dan merusak keamanan dan stabilitas di Suriah, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional," kata kementerian tersebut.

Suriah telah mengumumkan bahwa tentaranya telah mulai mundur dari Sweida setelah serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan telah tercapai kesepakatan untuk memulihkan ketenangan di Suriah pada Rabu malam, seraya dia menyalahkan "kesalahpahaman" atas kekerasan tersebut.

"Kami telah menyepakati langkah-langkah spesifik yang akan mengakhiri situasi yang meresahkan dan mengerikan ini malam ini," tulis Rubio di X.

"Ini mengharuskan semua pihak untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat dan inilah yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka," lanjut dia, tanpa merinci lebih lanjut isi kesepakatan tersebut.

Rubio, yang sebelumnya mengatakan akan mengharapkan kemajuan nyata dalam beberapa jam, menyalahkan persaingan historis yang telah berlangsung lama atas bentrokan di kota Sweida, yang mayoritas penduduknya Druze, di selatan Suriah, yang disebut Israel sebagai lokasi intervensi militer terbarunya.

"Hal ini menyebabkan situasi yang tidak menguntungkan dan kesalahpahaman, tampaknya, antara pihak Israel dan pihak Suriah," kata Rubio kepada para wartawan di Gedung Putih mengenai situasi tersebut, termasuk pengeboman Israel terhadap markas besar militer Suriah di Damaskus.

“Kami telah berkomunikasi dengan mereka sepanjang pagi dan sepanjang malam—dengan kedua belah pihak—dan kami pikir kami sedang menuju de-eskalasi yang sesungguhnya dan kemudian semoga dapat kembali ke jalur yang benar dan membantu Suriah membangun negara dan mencapai situasi di Timur Tengah yang jauh lebih stabil,” imbuh Rubio.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved