Israel Bombardir Tentara Suriah di Sweida yang Berperang Melawan Milisi Druze
Rabu, 16 Juli 2025 - 18:24 WIB
loading...
Israel bombardir tentara Suriah di Sweidia yang berperang melawan milisi Druze. Foto/X/@_imtiaz1899
A
A
A
DAMASKUS - Israel pada hari Rabu kembali melancarkan serangannya di kota Sweida di Suriah setelah bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah dan pejuang Druze setempat kembali terjadi di kota Druze selatan tersebut. Serangan ini menggagalkan gencatan senjata yang diumumkan beberapa jam sebelumnya, yang bertujuan untuk mengakhiri pertumpahan darah sektarian yang mematikan selama berhari-hari.
Israel mengatakan akan mengirim lebih banyak pasukan ke perbatasan dengan Suriah, setelah berjanji akan meningkatkan serangan jika pasukan pemerintah tidak ditarik dari wilayah selatan negara itu.
“Sesuai dengan penilaian situasi, (militer Israel) telah memutuskan untuk memperkuat pasukannya di wilayah perbatasan Suriah,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa pesawat tanpa awak Israel menyerang kota tersebut seiring meningkatnya ketegangan.
Baca Juga: Demi Lindungi Suku Druze, Israel Serang Markas Besar Tentara Suriah di Damaskus
Pecahnya kekerasan di provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Druze di Suriah selatan telah menyoroti ketegangan di antara beragam komunitas Suriah, dengan kaum minoritas merasakan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap pemerintah baru yang kini berkuasa.
Pasukan Suriah dikirim ke provinsi tersebut pada hari Senin untuk meredakan pertempuran antara pejuang Druze dan kelompok bersenjata Badui, tetapi akhirnya bentrok dengan milisi Druze. Pertempuran tersebut menarik perhatian Israel, yang melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah pada hari Senin dan Selasa dengan tujuan melindungi Druze.
Gencatan senjata yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Suriah pada Selasa malam hanya bertahan sebentar.
Stasiun berita lokal Sweida24 mengatakan kota Sweida dan desa-desa di sekitarnya diserang artileri berat dan mortir pada Rabu dini hari. Kementerian Pertahanan Suriah, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA, menyalahkan kelompok-kelompok terlarang di Sweida atas pelanggaran gencatan senjata.
Kementerian Pertahanan mengimbau warga kota untuk tetap berada di dalam rumah.
Puluhan warga sipil, pasukan pemerintah, dan pejuang Druze telah tewas sejak pertempuran meletus pada hari Minggu.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Rabu memperingatkan pemerintah Suriah untuk "membiarkan Druze sendiri" dan bahwa militer akan terus menyerang pasukan pemerintah Suriah hingga mereka mundur.
Ketua komunitas Druze di Israel, Sheikh Mowafaq Tarif, pada hari Rabu menyebut situasi tersebut sebagai "pertempuran eksistensial bagi komunitas Druze."
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat sedang berkomunikasi dengan semua pihak "untuk mencapai ketenangan dan integrasi."
Israel mengatakan akan mengirim lebih banyak pasukan ke perbatasan dengan Suriah, setelah berjanji akan meningkatkan serangan jika pasukan pemerintah tidak ditarik dari wilayah selatan negara itu.
“Sesuai dengan penilaian situasi, (militer Israel) telah memutuskan untuk memperkuat pasukannya di wilayah perbatasan Suriah,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa pesawat tanpa awak Israel menyerang kota tersebut seiring meningkatnya ketegangan.
Baca Juga: Demi Lindungi Suku Druze, Israel Serang Markas Besar Tentara Suriah di Damaskus
Pecahnya kekerasan di provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Druze di Suriah selatan telah menyoroti ketegangan di antara beragam komunitas Suriah, dengan kaum minoritas merasakan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap pemerintah baru yang kini berkuasa.
Pasukan Suriah dikirim ke provinsi tersebut pada hari Senin untuk meredakan pertempuran antara pejuang Druze dan kelompok bersenjata Badui, tetapi akhirnya bentrok dengan milisi Druze. Pertempuran tersebut menarik perhatian Israel, yang melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah pada hari Senin dan Selasa dengan tujuan melindungi Druze.
Gencatan senjata yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Suriah pada Selasa malam hanya bertahan sebentar.
Stasiun berita lokal Sweida24 mengatakan kota Sweida dan desa-desa di sekitarnya diserang artileri berat dan mortir pada Rabu dini hari. Kementerian Pertahanan Suriah, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA, menyalahkan kelompok-kelompok terlarang di Sweida atas pelanggaran gencatan senjata.
Kementerian Pertahanan mengimbau warga kota untuk tetap berada di dalam rumah.
Puluhan warga sipil, pasukan pemerintah, dan pejuang Druze telah tewas sejak pertempuran meletus pada hari Minggu.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Rabu memperingatkan pemerintah Suriah untuk "membiarkan Druze sendiri" dan bahwa militer akan terus menyerang pasukan pemerintah Suriah hingga mereka mundur.
Ketua komunitas Druze di Israel, Sheikh Mowafaq Tarif, pada hari Rabu menyebut situasi tersebut sebagai "pertempuran eksistensial bagi komunitas Druze."
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat sedang berkomunikasi dengan semua pihak "untuk mencapai ketenangan dan integrasi."
(ahm)
Lihat Juga :