Uni Eropa Sambut Baik Ultimatum Trump untuk Rusia

Rabu, 16 Juli 2025 - 09:19 WIB
loading...
Uni Eropa Sambut Baik...
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas. Foto/Stenbock House
A A A
BRUSSEL - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas menyambut baik ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif kepada mitra dagang Rusia kecuali kesepakatan dengan Ukraina tercapai dalam 50 hari. UE menyebutnya sebagai langkah "positif".

Namun, Moskow telah memperingatkan deklarasi Trump dapat dianggap Kiev sebagai sinyal untuk melanjutkan perang.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia "sangat, sangat tidak senang" dengan proses negosiasi yang berlarut-larut, dan memperingatkan Moskow tentang tarif sekunder yang "berat" hingga 100% kecuali kedua belah pihak bergerak menuju penyelesaian.

"Sangat positif bahwa Presiden Trump mengambil sikap tegas terhadap Rusia," ujar Kallas, yang dikenal karena sikapnya yang agresif terhadap Moskow, dalam konferensi pers.

Namun, ia menyatakan tenggat waktu Trump mungkin tidak cukup untuk "menekan" Rusia.

"50 hari adalah waktu yang sangat lama... Jelas bahwa kita semua perlu memberikan lebih banyak tekanan kepada Rusia agar mereka juga menginginkan perdamaian," ujar dia, seraya menyerukan agar Washington terus mendukung Kiev secara militer.

Rusia telah berulang kali mengecam pasokan senjata Barat ke Ukraina, dengan mengatakan mereka memperpanjang konflik tanpa mengubah arahnya.

Moskow juga mengecam sanksi sebagai tindakan ilegal menurut hukum internasional.

Rusia dan Ukraina telah mengadakan dua putaran perundingan langsung di Istanbul selama dua bulan terakhir.

Kedua belah pihak sepakat melakukan pertukaran tahanan besar-besaran dan bertukar proposal tentang cara-cara potensial menuju penyelesaian.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Selasa bahwa Moskow tetap terbuka untuk negosiasi tetapi belum menerima tanggapan mengenai waktu putaran berikutnya dari Kiev.

Peskov menggambarkan ultimatum Trump sebagai "cukup serius," tetapi mencatat Rusia membutuhkan waktu untuk menganalisisnya.

Ia juga memperingatkan perubahan nada Washington dapat dilihat di Kiev "bukan sebagai sinyal menuju perdamaian, tetapi sebagai sinyal untuk melanjutkan perang."

Baca juga: Terungkap, Trump Akui Rusia Pasti Menang Perang Lawan Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved