Politikus Israel, PBB, dan Negara-negara Arab Tolak Rencana Kamp Konsentrasi di Rafah, Ini 5 Alasannya

Selasa, 15 Juli 2025 - 01:55 WIB
loading...
A A A
"Ini adalah kamp konsentrasi. Saya minta maaf," katanya kepada surat kabar Guardian Inggris.

"Jika mereka [warga Palestina] akan dideportasi ke 'kota kemanusiaan' yang baru, maka bisa dibilang ini adalah bagian dari pembersihan etnis," katanya.

"Ketika mereka membangun kamp di mana mereka [berencana untuk] 'membersihkan' lebih dari separuh Gaza, maka pemahaman yang tak terelakkan tentang strategi ini [adalah] bukan untuk menyelamatkan [warga Palestina]. Ini adalah untuk mendeportasi mereka, mendorong mereka, dan membuang mereka. Setidaknya tidak ada pemahaman lain yang saya miliki."

Para pejabat kemanusiaan juga mengatakan bahwa rencana kamp interniran di Rafah akan menjadi dasar bagi pembersihan etnis warga Palestina dari Gaza.

3. Warga Palestina Tak Punya Masa Depan

Philippe Lazzarini – kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, atau UNRWA, yang telah dilarang oleh Israel – pekan lalu bertanya apakah rencana tersebut akan mengakibatkan "Nakba kedua". Istilah ini merujuk pada pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari rumah mereka selama berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

"Ini secara de facto akan menciptakan kamp konsentrasi besar-besaran di perbatasan dengan Mesir bagi warga Palestina, yang terusir dari generasi ke generasi," kata Lazzarini, seraya menambahkan bahwa hal itu akan "menghilangkan prospek masa depan yang lebih baik bagi warga Palestina di tanah air mereka".

Presiden AS Donald Trump terus menggembar-gemborkan usulan mereka untuk memindahkan paksa seluruh warga Palestina di Gaza keluar dari daerah kantong tersebut.

Netanyahu mengatakan dalam jamuan makan malam dengan Trump pekan lalu bahwa Israel bekerja sama dengan AS "sangat erat untuk menemukan negara-negara yang akan berupaya mewujudkan apa yang selalu mereka katakan, bahwa mereka ingin memberikan masa depan yang lebih baik bagi Palestina".

Sementara itu, presiden AS mengatakan "kami telah mendapatkan kerja sama yang hebat dari [negara-negara] di sekitar Israel" dan "sesuatu yang baik akan segera terjadi".

4. Negara-negara Arab Sudah Menolak

Namun, negara-negara tetangga Israel dan negara-negara Arab lainnya telah dengan tegas menolak rencana apa pun untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza, begitu pula warga Palestina yang lelah perang di daerah kantong pesisir tersebut.

5. Kegagalan GHF

Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok swasta yang didukung AS dan Israel yang mendistribusikan bantuan di Gaza, telah melontarkan rencana untuk membangun kamp-kamp berskala besar yang disebut "daerah transit kemanusiaan" di dalam dan mungkin di luar wilayah Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved