AS Larang Indonesia Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Ini Alasannya

Senin, 14 Juli 2025 - 10:55 WIB
loading...
A A A
Sejak itu, Turki telah bernegosiasi untuk kembali ke program tersebut dan berupaya mencapai kompromi dengan AS terkait S-400-nya. Hingga Juli 2025, belum ada solusi yang tercapai, meskipun Turki masih ingin membeli 40 unit F-35A. Turki saat ini sedang membeli varian terbaru F-16 Block 70 Fighting Falcon, sedang bernegosiasi untuk membeli 40 Eurofighter Typhoon, dan sedang mengembangkan pesawat tempur siluman sendiri yang disebut TAI Kaan.

Angkatan Udara AS memiliki lebih dari 400 unit dan mungkin mendekati 500 unit F-35 dalam inventaris, sementara produsen Lockheed Marin telah mengirimkan lebih dari 1.000 unit F-35 secara total.

Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Mesir semuanya telah menyatakan keinginan untuk membeli F-35. Selama Pemerintahan Trump yang pertama, perjanjian sementara dibuat untuk menjual 50 unit F-35A ke Uni Emirat Arab dan 20 unit F-35A ke Mesir. Kesepakatan tersebut pada akhirnya gagal.

Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran tentang jaringan 5G Huawei China di negara-negara tersebut dan kekhawatiran bahwa jaringan tersebut akan melemahkan keunggulan kualitatif militer Israel. Mesir dan Uni Emirat Arab sejak itu telah mempertimbangkan untuk membeli jet tempur China. Mesir kemungkinan telah memesan J-10C China.

Permintaan Arab Saudi dan Qatar juga telah ditolak. Pada Maret 2025, Arab Saudi mengumumkan akan melakukan pembelian militer AS senilai sekitar USD142 miliar, tetapi tampaknya ini tidak termasuk F-35. Secara terpisah, laporan menunjukkan bahwa Maroko mungkin akan segera mengumumkan kesepakatan untuk membeli F-35. Maroko terletak sangat jauh dari Israel dan telah menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat sejak menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan AS pada tahun 1777.

Di Asia-Pasifik, AS telah menjual F-35 kepada sekutu terdekat dan tepercayanya, Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Thailand adalah sekutu utama Amerika Serikat di luar NATO, tetapi AS telah menolak permintaan untuk membeli jet tersebut.

Meskipun Amerika Serikat telah lama menjalin hubungan dekat dengan Thailand, Reuters melaporkan sebagian alasannya adalah "kekhawatiran akan pendekatan pemerintah [Thailand] yang didukung militer terhadap China, negara saingannya."

Pada tahun 2024, Business Insider melaporkan bahwa Taiwan ingin membeli F-35 dari Amerika Serikat. Taiwan telah lama menginginkan pesawat ini. AS sebelumnya telah menolak permintaan Taiwan karena khawatir akan menimbulkan permusuhan dengan China dan kekhawatiran akan keberadaan mata-mata China di pulau itu. Sebagai gantinya, AS memasok F-16 Fighting Falcon yang telah dimodernisasi. Taiwan News melaporkan bahwa pada tahun 2025, kemungkinan terdapat lebih dari 5.000 mata-mata China di Taiwan.

Di bawah tekanan Amerika Serikat, Indonesia membatalkan rencananya untuk membeli jet tempur Su-35 Rusia. Kemudian, Indonesia berusaha untuk membeli F-35. Pada tahun 2020, Defense World melaporkan bahwa AS menolak permintaan ini, dengan alasan daftar tunggu yang panjang dan biaya yang mahal. Tampaknya AS mungkin lebih khawatir tentang hubungan Indonesia dengan China. Indonesia juga memiliki jaringan 5G Huawei dan jet tempur Rusia yang beroperasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved