Bukan soal Ideologi, Ini Penyebab Rusia-Barat Bentrok Versi Putin

Senin, 14 Juli 2025 - 09:39 WIB
loading...
Bukan soal Ideologi,...
Presiden Vladimir Putin sebut penyebab Rusia-Barat bentrok terus-menerus bukan karena perbedaan ideologi. Foto/Kremlin.ru
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menepis klaim perbedaan ideologi sebagai penyebab negaranya bentrok terus-menerus dengan blok Barat. Menurutnya, klaim itu hanyalah dalih untuk memuluskan kepentingan geopolitik Barat.

Putin mengatakan penyebab utama bentrok adalah aspirasi hegemoni negara-negara Barat dan pengabaian isu keamanan Rusia.

Putin menambahkan bahwa dia telah berharap runtuhnya Uni Soviet akan meredakan ketegangan antara Rusia dan Barat.

“Saya juga [awalnya] berpikir bahwa perselisihan utama [di antara kita] bersifat ideologis,” ujarnya.

Baca Juga: Zelensky Ancam Invasi Balik Rusia dengan Serangan Rudal Jarak Jauh

“Namun, ketika Uni Soviet runtuh, pendekatan yang mengabaikan kepentingan strategis Rusia tetap ada," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (14/7/2025).

Pemimpin Kremlin ini melanjutkan dengan mengatakan bahwa upayanya untuk menyampaikan kekhawatiran Rusia kepada para pemimpin Barat sia-sia.

"Barat memutuskan mereka tidak perlu mengikuti aturan terkait Rusia, yang tidak memiliki kekuatan yang sama dengan Uni Soviet," katanya.

Menurutnya, semua proposal Moskow terkait keamanan bersama, penguatan stabilitas internasional, dan pencapaian kesepakatan mengenai senjata ofensif dan pertahanan rudal ditolak blok Barat.

"Itu bukan sekadar kelalaian. Itu didasarkan pada keinginan yang jelas untuk mencapai beberapa tujuan geopolitik," paparnya.

"Sudah jelas bahwa, kecuali Rusia memposisikan dirinya sebagai negara berdaulat yang independen, kami tidak akan diperhitungkan," imbuh dia.

Orang nomor satu Rusia ini menuduh negara-negara Barat mengkhianati Rusia dan tidak memenuhi janji mereka. Bulan lalu, dia mengatakan Moskow terang-terangan dibohongi tentang ekspansi NATO selama beberapa dekade ketika blok militer pimpinan Amerika Serikat itu mendekati perbatasan Rusia.

"Semuanya baik-baik saja selama itu melawan Rusia," ujarnya saat itu, seraya menambahkan bahwa negara-negara Barat telah mendukung separatisme dan bahkan terorisme yang ditujukan terhadap negara Rusia.

Moskow telah menyebutkan ambisi Ukraina masuk blok NATO dan bantuan militer Barat kepada Ukraina sebagai alasan utama di perang Rusia-Ukraina. Sebelum eskalasi pecah pada Februari 2022, Rusia berupaya mengatasi masalah keamanannya dengan meminta jaminan dari AS dan NATO, serta status non-blok bagi Ukraina, yang ditolak oleh Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved