Zelensky Ancam Invasi Balik Rusia dengan Serangan Rudal Jarak Jauh

Senin, 14 Juli 2025 - 07:51 WIB
loading...
Zelensky Ancam Invasi...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ancam menginvasi balik Rusia dengan serangan rudal jarak jauh. Foto/X @ZelenskyyUa
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengancam akan menginvasi balik Rusia dengan serangan rudal jarak jauh di dalam wilayah negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut. Ancaman ini disampaikan beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) berjanji untuk melanjutkan bantuan militer ke Kyiv.

Zelensky menyampaikan ancamannya setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rustem Umerov, Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Oleksandr Syrskyi, dan Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Andriy Hnatov pada hari Minggu (13/7/2025).

"Unit-unit kami akan terus menghancurkan penjajah dan melakukan segala yang mungkin untuk membawa perang ke wilayah Rusia. Kami sedang mempersiapkan serangan jarak jauh baru kami," tulis Zelensky di X.

Baca Juga: Jenderal Jerman Janjikan Rudal Jarak Jauh untuk Ukraina Tiba Bulan Ini, Rusia Terancam

Dia menambahkan bahwa Ukraina sedang mempersiapkan kunjungan utusan presiden AS Keith Kellogg. "Kami akan bekerja sama dengan mitra dalam pengiriman senjata dan meningkatkan produksi bersama aset-aset pertahanan penting," paparnya.

Di antara serangan-serangan terbarunya yang jauh dari garis depan, Ukraina menargetkan lapangan udara militer yang menampung pesawat pengebom strategis di beberapa wilayah Rusia bulan lalu.

Drone dan rudal Ukraina juga berulang kali menyerang blok-blok apartemen dan infrastruktur sipil Rusia lainnya.

Menurut Moskow, Ukraina bertanggung jawab atas tergelincirnya kereta penumpang pada 31 Maret, yang menewaskan tujuh orang.

Perang Rusia-Ukraina dimulai dengan invasi Moskow pada 24 Februari 2022. Perang terus berkecamuk hingga sekarang dan berbagai perundingan gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran.

Uni Eropa telah mengalokasikan ratusan miliar euro dalam beberapa bulan terakhir untuk memperluas kompleks industri militernya dan mendukung produksi persenjataan domestik Ukraina.

Berlin akan memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh pertamanya yang dibiayai Jerman dalam beberapa minggu mendatang, menurut Mayor Jenderal Christian Freuding, yang mengawasi koordinasi dukungan militer Berlin untuk Kyiv.

Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa Pentagon akan melanjutkan pengiriman senjata ke Kyiv, setelah penangguhan selama berminggu-minggu, dan dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyetujui paket bantuan baru pertama sejak kembali menjabat.

Rusia menyatakan bahwa mereka memandang penggunaan rudal yang dipasok asing sebagai bentuk partisipasi langsung negara-negara Barat dalam konflik tersebut dan mengeklaim bahwa pasukan Ukraina tidak dapat mengoperasikan sistem persenjataan canggih tersebut sendirian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Serangan Dahsyat Rusia...
Serangan Dahsyat Rusia Hancurkan 4 Rudal Patriot AS di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved