China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial, Kredibilitas Pemerintah Xi Jinping Diuji

Minggu, 13 Juli 2025 - 14:09 WIB
loading...
A A A

Masalah Struktural Muncul ke Permukaan


Di balik krisis ini terdapat akar struktural yang dalam. Ketergantungan China selama puluhan tahun pada pertumbuhan berbasis investasi dan utang, terutama dari sektor properti spekulatif, menciptakan ketidakseimbangan besar.

Upaya mengalihkan mesin pertumbuhan ke konsumsi domestik terus gagal, terhambat oleh populasi yang menua, ketimpangan pendapatan, dan sektor swasta yang lemah akibat tekanan politik.

Krisis demografi menjadi ancaman jangka panjang. Tingkat kelahiran terus turun, sementara jumlah tenaga kerja menyusut. Hal ini menciptakan hambatan struktural yang sulit dibalikkan.

Di sisi lain, sikap geopolitik China yang semakin agresif memperburuk hubungan dengan mitra dagang utama seperti AS, Eropa, dan negara tetangga di Asia. Investor asing kini lebih berhati-hati.

Arus modal keluar meningkat, investasi asing langsung melambat, dan rantai pasok mulai bergeser ke negara-negara yang dianggap lebih stabil. Kondisi ini mengancam ambisi Beijing untuk mencapai kemandirian teknologi dan ketahanan ekonomi.

Saat Penentu bagi Beijing


Bagi para pengambil kebijakan, krisis saat ini menjadi ujian besar. Upaya stabilisasi melalui pemotongan suku bunga, stimulus terbatas, dan penyesuaian regulasi sejauh ini belum memberikan dampak signifikan.

Beberapa pejabat mengakui perlunya reformasi lebih dalam, namun belum ada konsensus soal bagaimana menangani krisis yang saling terkait: utang, pengangguran, dan keresahan sosial.

Taruhannya sangat besar. Presiden Xi Jinping telah mengkonsolidasikan kekuasaan dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya, mengaitkan kepemimpinannya dengan janji kebangkitan nasional dan kemakmuran ekonomi.

Jika perlambatan ini berlanjut, stabilitas ekonomi—dan narasi kebangkitan China—bisa terancam.

Kini, dengan kombinasi mematikan antara resesi, PHK massal, kebangkrutan, dan gejolak sosial, arah masa depan ekonomi China sedang diawasi dunia dengan cermat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved