China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial, Kredibilitas Pemerintah Xi Jinping Diuji

Minggu, 13 Juli 2025 - 14:09 WIB
loading...
A A A

Kebangkrutan Perusahaan Pecahkan Rekor


Gelombang kebangkrutan turut memperparah krisis. Data pemerintah terbaru menunjukkan jumlah kebangkrutan bisnis di China kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah—melampaui masa krisis keuangan global tahun 2008.

Ribuan usaha kecil dan menengah (UKM) menutup operasi karena tak mampu mendapatkan akses kredit atau menghadapi penurunan permintaan. Sektor properti tetap menjadi pusat krisis finansial ini.

Dengan kontribusi hampir 30% terhadap PDB—jika dihitung bersama sektor konstruksi dan industri terkait—sektor properti kini dililit utang, proyek mangkrak, dan penurunan harga rumah.

Dampak psikologis dari krisis ini sangat besar, terutama di negara yang selama ini menganggap kepemilikan properti sebagai simbol kekayaan dan keamanan finansial.

Bank-bank China, terutama bank lokal dan skala kecil, kini berada dalam tekanan tinggi akibat memburuknya pinjaman macet dari sektor properti dan bisnis yang ambruk. Pemerintah pusat telah menyuntikkan likuiditas dan menopang bank-bank yang rentan, namun krisis kredit yang kian dalam menimbulkan kekhawatiran akan efek domino di sektor keuangan.

Kepercayaan Konsumen Terjun Bebas


Efek PHK dan kebangkrutan merambah ke masyarakat luas, menggerus kepercayaan konsumen dan memicu kecemasan ekonomi yang meluas. Penjualan ritel yang sempat menunjukkan tanda pemulihan pasca-pandemi kembali stagnan.

Pengangguran kaum muda melonjak ke rekor tertinggi. Beberapa perkiraan menyebut satu dari empat anak muda di China kini menganggur. Generasi yang dibesarkan dengan janji kemakmuran dan mobilitas sosial kini dihadapkan pada stagnasi dan kekecewaan.

Fenomena “lying flat” dan “let it rot”—ekspresi kekecewaan anak muda terhadap tekanan sosial dan sistem ekonomi—kian populer seiring pudarnya harapan akan masa depan yang stabil.


Tanda-Tanda Gejolak Sosial Meningkat


Seiring memburuknya kondisi ekonomi, gejolak sosial pun mulai muncul. Protes sporadis terjadi di berbagai kota—dari demonstrasi pekerja konstruksi yang belum dibayar hingga para pensiunan yang memprotes pemotongan tunjangan kesehatan.

Meski bersifat lokal dan masih terkendali, ekspresi kemarahan publik ini mengindikasikan kekecewaan yang lebih dalam. Partai Komunis China selama ini memperoleh legitimasi dari kemampuannya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup. Namun ketika kontrak sosial itu mulai rapuh, risiko gejolak sosial yang lebih luas semakin nyata.

Pemerintah menanggapi situasi ini dengan pengawasan yang diperketat, sensor, dan penguatan aparat keamanan untuk mencegah keluhan lokal berkembang menjadi gerakan nasional.

Namun bahkan media resmi yang biasa menjadi corong optimisme ekonomi, kini kesulitan menutupi skala penurunan. Narasi resmi seperti “pembangunan berkualitas tinggi” terdengar kosong di tengah gelombang PHK, upah menyusut, dan rasa tidak aman yang meluas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved