Diserang Pemberontak, 100 Tentara Myanmar Kocar-kacir Kabur ke Thailand
Minggu, 13 Juli 2025 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara junta, Zaw Min Tun, tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP.
Seorang penduduk setempat mengonfirmasi bahwa aula biara hancur total, menambahkan bahwa dia melihat beberapa jenazah dimuat ke dalam mobil dan diangkut ke pemakaman saat fajar pada hari Jumat setelah serangan udara.
Dia mengatakan ketika dia pergi ke pemakaman untuk mengambil foto guna membantu mengidentifikasi korban tewas, dia menghitung ada 22 jenazah.
“Banyak jenazah yang mengalami luka di kepala atau terkoyak. Sungguh menyedihkan melihatnya,” kata warga tersebut, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Wilayah Sagaing merupakan episentrum gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter pada bulan Maret, yang menewaskan hampir 3.800 orang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Setelah gempa tersebut, konon terdapat gencatan senjata antara junta dan kelompok bersenjata, tetapi serangan udara dan pertempuran terus berlanjut, menurut pemantau konflik.
Pada bulan Mei, sebuah serangan udara di sebuah sekolah di desa Oe Htein Kwin di Sagaing menewaskan 20 siswa dan dua guru.
Seorang penduduk setempat mengonfirmasi bahwa aula biara hancur total, menambahkan bahwa dia melihat beberapa jenazah dimuat ke dalam mobil dan diangkut ke pemakaman saat fajar pada hari Jumat setelah serangan udara.
Dia mengatakan ketika dia pergi ke pemakaman untuk mengambil foto guna membantu mengidentifikasi korban tewas, dia menghitung ada 22 jenazah.
“Banyak jenazah yang mengalami luka di kepala atau terkoyak. Sungguh menyedihkan melihatnya,” kata warga tersebut, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Wilayah Sagaing merupakan episentrum gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter pada bulan Maret, yang menewaskan hampir 3.800 orang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Setelah gempa tersebut, konon terdapat gencatan senjata antara junta dan kelompok bersenjata, tetapi serangan udara dan pertempuran terus berlanjut, menurut pemantau konflik.
Pada bulan Mei, sebuah serangan udara di sebuah sekolah di desa Oe Htein Kwin di Sagaing menewaskan 20 siswa dan dua guru.
(mas)
Lihat Juga :