Diserang Pemberontak, 100 Tentara Myanmar Kocar-kacir Kabur ke Thailand

Minggu, 13 Juli 2025 - 11:36 WIB
loading...
Diserang Pemberontak,...
Pangkalan militernya diserang pemberontak, 100 tentara Myanmar kocar-kacir melarikan diri ke Thailand. Foto/via A News
A A A
BANGKOK - Sekitar 100 tentara dan lebih dari 460 warga sipil Myanmar menyeberang ke Thailand pada hari Sabtu setelah kelompok pemberontak menyerang sebuah pangkalan militer. Ini menandai semakin parahnya perang saudara di negara tersebut.

Myanmar telah terjerumus dalam perang saudara sejak kudeta militer pada tahun 2021, dengan junta militer bertempur melawan koalisi kelompok etnis bersenjata dan pasukan perlawanan pro-demokrasi.

Serangan hari Sabtu oleh Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) menargetkan sebuah pangkalan militer di negara bagian Kayin sekitar pukul 15.00 waktu setempat, menurut militer Thailand dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Militer Myanmar Bombardir Desa yang Dikuasai Pemberontak, 40 Orang Tewas

“Tentara Myanmar berusaha melawan dan meminta bantuan senjata untuk mempertahankan posisi mereka, tetapi akhirnya tidak mampu bertahan,” katanya, yang dilansir AFP, Minggu (13/7/2025).

Para pejabat Thailand mengatakan 100 tentara Myanmar dan 467 warga sipil telah menyeberang ke Thailand pada hari Sabtu, di mana militer dan polisi Thailand melucuti senjata mereka dan memberikan perawatan serta bantuan kemanusiaan.

Pasukan Thailand telah meningkatkan patroli di sepanjang perbatasan di provinsi Tak barat untuk mencegah apa yang digambarkan para pejabat sebagai potensi “pelanggaran kedaulatan oleh angkatan bersenjata asing”.

Saw Thamain Tun, seorang pemimpin sayap politik KNLA, mengonfirmasi telah terjadi pertempuran di dekat perbatasan dan mengatakan bahwa pasukan gabungan telah “merebut beberapa pos garis depan” dari tentara Myanmar.

“Beberapa (pasukan Myanmar) membelot ke pasukan gabungan kami, tetapi beberapa dari mereka lari ke Thailand,” ujarnya kepada AFP.

Kelompok bersenjata dari etnis minoritas Karen telah lama menentang militer dan kini memainkan peran kunci dalam melawan kendali junta atas zona perbatasan.

Perang saudara Myanmar telah menyebabkan gelombang pengungsian penduduk yang besar, dengan 81.000 pengungsi atau pencari suaka dari negara tersebut saat ini tinggal di Thailand, menurut data PBB.

KNLA telah berjuang selama beberapa dekade untuk membangun otonomi yang lebih besar bagi masyarakat Karen yang tinggal di sepanjang sisi tenggara Myanmar.

Militer Myanmar Mengebom Biara Buddha, 22 Tewas


Sementara itu, serangan udara militer Myanmar menewaskan 22 orang, termasuk anak-anak, di sebuah biara yang melindungi warga sipil yang mengungsi pada hari Jumat.

Menurut milisi anti-junta, serangan udara terjadi sekitar pukul 01.00 dini di desa Lin Ta Lu ketika aula biara tempat para pengungsi internal menginap menjadi target.

Milisi tersebut, yang meminta tak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan kepada AFP bahwa 22 orang tewas, termasuk tiga anak-anak, sementara dua orang luka-luka dan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

"Mereka mengira aman untuk tinggal di biara Buddha," katanya. "Namun mereka tetap dibom."

Juru bicara junta, Zaw Min Tun, tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP.

Seorang penduduk setempat mengonfirmasi bahwa aula biara hancur total, menambahkan bahwa dia melihat beberapa jenazah dimuat ke dalam mobil dan diangkut ke pemakaman saat fajar pada hari Jumat setelah serangan udara.

Dia mengatakan ketika dia pergi ke pemakaman untuk mengambil foto guna membantu mengidentifikasi korban tewas, dia menghitung ada 22 jenazah.

“Banyak jenazah yang mengalami luka di kepala atau terkoyak. Sungguh menyedihkan melihatnya,” kata warga tersebut, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Wilayah Sagaing merupakan episentrum gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter pada bulan Maret, yang menewaskan hampir 3.800 orang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Setelah gempa tersebut, konon terdapat gencatan senjata antara junta dan kelompok bersenjata, tetapi serangan udara dan pertempuran terus berlanjut, menurut pemantau konflik.

Pada bulan Mei, sebuah serangan udara di sebuah sekolah di desa Oe Htein Kwin di Sagaing menewaskan 20 siswa dan dua guru.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Koma Tak Kunjung Sadar,...
Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk
Keamanan Jadi Prioritas,...
Keamanan Jadi Prioritas, Thailand Pangkas Masa Tinggal Bebas Visa bagi Turis
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved