Sakelar Bahan Bakar Mati, Suara di Kokpit Air India: Mengapa Anda Memotong Jalur?

Sabtu, 12 Juli 2025 - 17:47 WIB
loading...
Sakelar Bahan Bakar...
Ada suara di kokpit Air India, mengapa Anda memotong jalur. Foto/X/@Dekrasseknar
A A A
NEW DELHI - Badan pengawas kecelakaan penerbangan India merilis laporan awal tentang kecelakaan maut Air India Penerbangan AI171,yang mengungkapkan bahwa kedua mesin kehilangan tenaga hanya beberapa detik setelah lepas landas dari Ahmedabad pada 12 Juni.

Penyelidik menemukan bahwa sakelar kontrol bahan bakar pada Boeing 787-8 secara misterius dipindahkan dari 'RUN' ke 'CUTOFF' dalam waktu satu detik, memutus pasokan bahan bakar ke mesin dan memicu kecelakaan yang menewaskan 260 orang — termasuk hampir seluruh 242 orang di dalam pesawat dan beberapa orang di darat.

Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB) mengatakan sejauh ini belum ada kerusakan teknis yang teridentifikasi, dan belum ada rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan untuk Boeing atau produsen mesin GE pada tahap ini. Investigasi masih berlangsung, dengan para pejabat meninjau bukti, catatan, dan data tambahan dari lokasi kecelakaan.

Laporan tersebut, yang didasarkan pada rekaman suara kokpit, data penerbangan, dan analisis lokasi kejadian, menawarkan wawasan resmi pertama tentang penyebab kecelakaan penerbangan paling mematikan di dunia dalam lebih dari satu dekade. Laporan ini menandai krisis besar bagi Air India, yang sedang mengalami pemulihan di bawah kepemilikan Tata Group.

Boeing, yang pesawat 787-8 Dreamliner-nya mengalami kerugian total pertamanya dalam insiden tersebut, tetap bungkam di depan publik. Air India juga belum mengomentari laporan tersebut sejauh ini.

Pesawat yang menuju London itu jatuh tak lama setelah lepas landas, menghantam permukiman padat penduduk di dekat bandara. Hanya satu penumpang yang selamat — warga negara Inggris Vishwashkumar Ramesh — setelah lolos melalui robekan di badan pesawat.

Sakelar Bahan Bakar Mati, Suara di Kokpit Air India: Mengapa Anda Memotong Jalur?

1. Sakelar Pemutus Bahan Bakar dipindahkan

Menurut data dari kotak hitam pesawat, kedua sakelar kontrol bahan bakar mesin dipindahkan dari posisi "RUN" ke "CUTOFF" — satu demi satu, dalam sedetik — sehingga memutus pasokan bahan bakar ke mesin selama pendakian awal.

Baca Juga: Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India

2. Kebingungan Kokpit

Dalam rekaman suara kokpit yang mengejutkan, seorang pilot terdengar bertanya kepada pilot lainnya: "Mengapa Anda memotong jalur?" Pilot lainnya menjawab, "Tidak." Masih belum jelas suara mana yang berasal dari kapten atau kopilot.

3. Respons Mesin

Setelah sakelar dipindahkan kembali ke posisi "RUN", Mesin 1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Mesin 2 menyala kembali tetapi gagal mendapatkan kembali daya dorong, yang menyebabkan hilangnya kecepatan secara terus-menerus dan akhirnya jatuh.

4. Tidak Ada Bukti Tabrakan Burung

Rekaman CCTV dari bandara tidak menunjukkan aktivitas burung yang signifikan di jalur penerbangan pesawat, sehingga menepis spekulasi awal adanya tabrakan burung.

5. Kehilangan Daya Terkonfirmasi

Pengoperasian Turbin Udara Ram (RAT) — perangkat darurat yang dipicu oleh kehilangan daya total — terpantau tak lama setelah lepas landas.

6. Pengaturan Flap dan Roda Pendaratan Normal

Laporan mengonfirmasi pengaturan flap normal (lima derajat) dan posisi roda pendaratan pada saat keberangkatan.

7. Tidak Ada Tanda-tanda Sabotase Langsung

Investigator tidak menemukan bukti kecurangan. Mereka juga mencatat adanya peringatan FAA sebelumnya pada tahun 2018 tentang potensi masalah pada mekanisme penguncian sakelar bahan bakar pada model Boeing tertentu — tetapi inspeksi tidak diwajibkan, dan Air India belum melaksanakannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Sepanjang 2021 Sebanyak...
Sepanjang 2021 Sebanyak 126 Ekor Harimau di India Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved