Sentil Rusia, Trump: AS Akan Pasok Senjata ke Ukraina via NATO!

Jum'at, 11 Juli 2025 - 11:40 WIB
loading...
Sentil Rusia, Trump:...
Presiden Donald Trump sebut AS akan memasok senjata ke Ukraina melalui NATO. Dia juga akan sampaikan pernyataan penting tentang Rusia pada Senin depan. Foto/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa Washington akan memasok senjata ke Ukraina melalui NATO. Dia juga menyentil Moskow dengan menyatakan dirinya akan membuat "pernyataan penting" tentang Rusia pada Senin depan.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump telah menyatakan rasa frustrasinya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas kurangnya kemajuan dalam mengakhiri perang yang dipicu oleh invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

"Saya rasa saya akan menyampaikan pernyataan penting tentang Rusia pada hari Senin," kata Trump kepada NBC News, menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga: Trump Ancam Mengebom Habis-habisan Moskow, Ini Respons Kremlin

Trump juga memberi tahu NBC News tentang apa yang disebutnya sebagai kesepakatan baru antara AS, sekutu NATO, dan Ukraina mengenai pengiriman senjata dari Amerika Serikat.

"Kami mengirim senjata ke NATO, dan NATO menanggung 100% biaya senjata tersebut. Jadi, yang kami lakukan adalah senjata yang dikirim akan diberikan kepada NATO, dan kemudian NATO akan memberikan senjata tersebut (ke Ukraina), dan NATO yang menanggung biayanya," kata Trump, yang dilansir Reuters, Jumat (11/7/2025).

"Kami mengirim senjata ke NATO, dan NATO akan mengganti seluruh biaya senjata tersebut," imbuh dia.

Untuk pertama kalinya sejak kembali menjabat, Trump akan mengirim senjata ke Kyiv di bawah wewenang presidensial yang sering digunakan oleh pendahulunya, kata dua sumber yang mengetahui keputusan tersebut pada hari Kamis.

Tim Trump akan mengidentifikasi senjata dari stok AS untuk dikirim ke Ukraina di bawah Otoritas Penarikan Presiden, yang memungkinkan presiden untuk menarik dari stok senjata untuk membantu sekutu dalam keadaan darurat, imbuh dua sumber tersebut, dengan salah satunya mengatakan senjata tersebut bisa bernilai sekitar USD300 juta.

Trump pada hari Selasa mengatakan AS akan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina untuk membantu negara itu mempertahankan diri dari meningkatnya serangan Rusia.

Paket tersebut dapat mencakup rudal Patriot defensif dan roket jarak menengah ofensif, tetapi keputusan tentang peralatan yang tepat belum dibuat, imbuh dua sumber tersebut. Salah satu sumber mengatakan hal ini akan terjadi pada pertemuan pada hari Kamis.

Pemerintahan Trump sejauh ini hanya mengirim senjata yang disahkan oleh mantan Presiden Joe Biden, yang merupakan pendukung setia Kyiv.

Pentagon dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Trump telah berjanji untuk segera mengakhiri perang Rusia-Ukraina, tetapi setelah berbulan-bulan menjabat, hanya sedikit kemajuan yang dicapai.

Presiden dari Partai Republik itu terkadang mengkritik pengeluaran AS untuk pertahanan Ukraina, memuji Rusia, dan secara terbuka berselisih dengan pemimpin Ukraina.

Namun, terkadang dia juga menyuarakan dukungannya untuk Kyiv dan menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Rusia.

Sementara itu, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina pada hari Kamis menjelang konferensi di Roma di mana Kyiv memenangkan janji bantuan miliaran dolar, dan perundingan AS-Rusia di mana Washington menyuarakan rasa frustrasinya terhadap Moskow atas perang tersebut.

Dua orang tewas, 26 orang luka-luka, menurut data dari layanan darurat nasional Ukraina, dan terjadi kerusakan di hampir seluruh wilayah Kyiv akibat serangan rudal dan pesawat nirawak di ibu kota dan wilayah lain di Ukraina.

Berpidato di konferensi Roma tentang rekonstruksi Ukraina setelah lebih dari tiga tahun perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Sekutu untuk lebih aktif menggunakan aset Rusia guna mendanai kembali pembangunan Ukraina dan menyerukan bantuan persenjataan, produksi pertahanan bersama, dan investasi.

Para peserta konferensi menjanjikan lebih dari 10 miliar euro (USD12 miliar) untuk membantu membangun kembali Ukraina, kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, mengumumkan dukungan sebesar 2,3 miliar euro (USD2,7 miliar).

Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berada di Malaysia, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dia telah menegaskan kembali pesan bahwa Moskow harus menunjukkan lebih banyak fleksibilitas.

"Kita perlu melihat peta jalan yang bergerak maju tentang bagaimana konflik ini dapat berakhir," kata Rubio, seraya menambahkan bahwa pemerintahan Trump telah berdiskusi dengan Senat AS tentang seperti apa sanksi baru terhadap Rusia nantinya.

“Itu adalah percakapan yang jujur. Itu adalah hal yang penting," kata Rubio setelah pembicaraan 50 menit di Kuala Lumpur.

Kementerian Luar Negeri Moskow mengatakan mereka telah berbagi "pertukaran pandangan yang substantif dan jujur".

Di sisi lain, Zelensky mengatakan serangan Rusia pada hari Kamis melibatkan sekitar 400 pesawat nirawak dan 18 rudal, yang terutama menargetkan ibu kota.

Ledakan dan tembakan antipesawat mengguncang kota. Jendela-jendela pecah, fasad bangunan hancur, dan mobil-mobil terbakar hingga hancur berkeping-keping. Di pusat kota, sebuah apartemen di gedung delapan lantai dilalap api.

"Ini teror karena terjadi setiap malam ketika orang-orang sedang tidur," kata Karyna Volf, seorang warga Kyiv berusia 25 tahun yang bergegas keluar dari apartemennya beberapa saat sebelum apartemennya dihujani pecahan kaca.

Pertahanan udara Ukraina menghentikan semua kecuali beberapa lusin pesawat nirawak, kata pihak berwenang, sehari setelah Rusia meluncurkan rekor serangan 728 pesawat nirawak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved