Tony Blair Institute Terlibat Proyek Pembersihan Etnis Gaza Riviera Trump

Rabu, 09 Juli 2025 - 08:56 WIB
loading...
Tony Blair Institute...
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Foto/tasnim
A A A
GAZA - Tony Blair Institute (TBI) terlibat dalam apa yang diyakini banyak orang sebagai cetak biru untuk pembersihan etnis Gaza. Kabar itu muncul menyusul pengungkapan bahwa lembaga yang didirikan mantan Perdana Menteri Inggris tersebut berpartisipasi dalam proyek perencanaan pascaperang yang kontroversial yang mengusulkan pemindahan massal warga Palestina.

Rencana pemindahan warga Gaza itu pertama diungkap oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Rincian keterlibatan TBI terungkap dalam investigasi Financial Times. Terungkap bahwa skema tersebut, yang dikembangkan pengusaha Israel dan dimodelkan oleh Boston Consulting Group (BCG), mencakup insentif ekonomi untuk secara paksa “merelokasi” hingga setengah juta warga Palestina dan mengubah daerah kantong yang terkepung itu menjadi zona investasi mewah yang dijuluki “Gaza Riviera”.

BCG mengembangkan model keuangan yang memperkirakan biaya pemindahan hingga 500.000 warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari proyek yang secara internal diberi label “Aurora”.

Pemodelan tersebut mencakup apa yang disebut "paket relokasi" senilai sekitar USD9.000 per orang, yang dibingkai sebagai sukarela tetapi secara luas dikutuk sebagai skema terselubung untuk memindahkan penduduk Gaza.

Pada saat yang sama, staf dari TBI dikatakan telah berpartisipasi dalam grup pesan dan panggilan perencanaan tempat mereka mengedarkan proposal internal untuk transformasi ekonomi Gaza pascaperang.

Ini termasuk visi "Gaza Riviera", pulau-pulau buatan yang dimodelkan pada pembangunan Dubai, zona perdagangan berbasis blockchain, dan pusat manufaktur dengan pajak rendah.

Meskipun TBI kemudian menjauhkan diri dari rencana akhir, partisipasinya yang terdokumentasi telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang keterlibatannya dalam upaya merekayasa ulang demografi Gaza dengan kedok rekonstruksi.

Menurut FT, BCG dipekerjakan pada Oktober 2024 oleh Orbis, kontraktor yang berbasis di Washington, untuk membantu mendirikan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved