Kerja Sama dengan IAEA Berhenti, Apakah Iran Akan Membuat Bom Nuklir?

Rabu, 09 Juli 2025 - 19:43 WIB
loading...
A A A
"Iran memilih untuk tidak mengambil keputusan paling serius untuk meninggalkan NPT, tetapi untuk saat ini cukup dengan keputusan satu tingkat di bawahnya," kata Omer Ozgul, pakar kebijakan keamanan Iran dan mantan perwira militer Turki, yang pernah bekerja sebagai atase militer di Teheran pada akhir 2010-an dan awal 2020-an.

4. Iran Makin Bebas

Mohammed Eslami, akademisi Iran dan profesor hubungan internasional di Universitas Minho, memandang langkah Iran sebagai "versi penarikan yang lebih lunak dari NPT" karena berakhirnya pengawasan IAEA terhadap program nuklir Teheran merupakan masalah besar bagi komunitas internasional.

Meskipun NPT memungkinkan semua negara penandatangan untuk mengembangkan program nuklir damai, hal itu juga memberlakukan pembatasan pada proliferasi bom nuklir oleh negara-negara non-nuklir dan mencegah negara-negara nuklir meningkatkan persenjataan atom mereka.

“Semua ini harus diawasi oleh inspektur IAEA dan kamera pengawas. Jika Iran menghentikan kerja sama dengan IAEA, ini berarti tidak ada pengawasan internasional atas program nuklir Iran, yang setara dengan Israel dan Korea Utara,” kata Esmail kepada TRT World.

Sementara Israel dan Korea Utara tidak menjadi pihak dalam NPT, Iran memiliki komitmen hukum dan etika, kata profesor Iran tersebut.

“Jika Israel dan AS tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut, Iran tidak akan meninggalkan NPT, dan mungkin akan segera memulai kerja sama dengan IAEA lagi,” katanya. “Tetapi, jika mereka meningkatkan ketegangan, Iran pasti akan meninggalkan NPT”, tambahnya.

Namun dalam kondisi apa pun, membuat bom nuklir tidak ada dalam agenda Iran karena Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei belum mengubah fatwa tentang senjata pemusnah massal, menurut Eslami.

Kecuali Pemimpin Tertinggi menemukan bahwa "memiliki bom nuklir dapat menyelamatkan nyawa umat Islam," fatwa terhadap bom atom akan tetap berlaku, tambah Eslami.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Iran Pertimbangan Bikin...
Iran Pertimbangan Bikin Bom Nuklir, Israel Siap Serang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved