Usai Norwegia, Belanda Juga Akan Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35 Lindungi Bantuan Ukraina

Selasa, 08 Juli 2025 - 11:41 WIB
loading...
Usai Norwegia, Belanda...
Belanda akan mengerahkan jet tempur siluman F-35 untuk melindungi rute pasokan bantuan militer NATO untuk Ukraina. Foto/Kementerian Pertahanan Belanda
A A A
KYIV - Belanda akan mengerahkan jet tempur siluman F-35 ke Polandia untuk membantu melindungi rute pasokan bantuan militer untuk Ukraina. Rencana tersebut mengikuti langkah serupa yang sebelumnya diumumkan Norwegia.

Menurut Kementerian Pertahanan Belanda, dari 1 September hingga 1 Desember mendatang, jet-jet tempur F-35 mereka akan berpatroli di wilayah udara NATO di Eropa Timur.

Pengerahan tersebut merupakan bagian dari sikap waspada respons cepat NATO, di mana pesawat tetap siaga untuk menanggapi potensi pelanggaran wilayah udara musuh.

Baca Juga: Serangan Rusia Mengganas, Negara NATO Bakal Kerahkan Jet Siluman F-35 Lindungi Bantuan Ukraina

Langkah Belanda ini juga mengikuti permintaan dari Komando Sekutu Tertinggi Eropa (SHAPE) NATO.

“Dengan mengerahkan F-35 Belanda ini untuk melindungi wilayah udara di atas Eropa Timur, kami melindungi peralatan militer yang ditujukan untuk Ukraina,” kata Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans, seperti dikutip dari Militarnyi, Selasa (8/7/2025).

Sementara itu, Polandia masih dalam tahap awal mengoperasikan armada F-35-nya sendiri. Pada 10 Mei, Warsawa melaporkan bahwa pilot pertamanya telah menyelesaikan pelatihan F-35A Lightning II di Pangkalan Udara Ebbing di Amerika Serikat.

Dua pilot pertama memulai pelatihan langsung pada bulan Januari 2025 setelah menyelesaikan kursus simulator dan kelas di Pangkalan Angkatan Udara Eglin di Florida. Kelompok kedua memulai pelatihan praktis pada bulan April, ketika pilot Polandia ketiga melakukan penerbangan F-35A pertamanya.

Pada awal bulan ini, Norwegia mengumumkan akan mengerahkan jet tempur siluman F-35 ke Polandia pada musim gugur. Misinya untuk melindungi bandara Rzeszow-Yasenka yang menjadi salah satu pusat transportasi utama untuk bantuan militer Sekutu ke Ukraina.

Pengumuman Norwegia muncul ketika Rusia meningkatkan serangan terhadap kota-kota Ukraina selama beberapa minggu terakhir, meluncurkan 400-500 kendaraan udara tak berawak (UAV) per malam.

Kementerian Pertahanan Norwegia mengatakan pihaknya akan memperkuat kontribusinya terhadap pertahanan udara dan rudal NATO, sementara tujuan utama pengerahan F-35 adalah untuk mendukung perlindungan wilayah udara Polandia dan pusat logistik utama untuk bantuan ke Ukraina.

"Ini adalah kontribusi yang vital. Kami membantu memastikan bahwa dukungan ke Ukraina mencapai tujuannya, dan bahwa Ukraina dapat melanjutkan perjuangannya untuk kebebasan," kata Menteri Pertahanan Norwegia Tore Sandvik, seperti dikutip dari Kyiv Independent.

Bandara Rzeszow-Jasionka terletak kurang dari 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan Ukraina dan mengangkut sebagian besar material Barat yang ditujukan untuk garis depan di Ukraina.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa 90% bantuan untuk Ukraina telah melalui bandara di Rzeszow hingga November 2024.

Bandara tersebut juga merupakan tempat persinggahan utama bagi para pemimpin asing yang melakukan perjalanan ke Kyiv untuk kunjungan resmi.

Pada bulan Januari, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengumumkan bahwa Berlin akan mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot yang dijanjikan di sekitar bandara Polandia untuk melindunginya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Enam Pesan Prabowo ke...
Enam Pesan Prabowo ke Polri: Jaga Kepercayaan hingga Tegakkan Hukum dengan Adil
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved