Israel Serang Yaman Besar-besaran, Ini Respons Houthi

Senin, 07 Juli 2025 - 07:39 WIB
loading...
Israel Serang Yaman...
Kelompok Houthi menyatakan pertahanan udara mereka merespons sengit serangan udara besar-besaran militer Zionis.Israel terhadap Yaman. Foto/Ilustrasi/X@IAFsite
A A A
SANAA - Israel telah meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap Yaman dengan klaim menargetkan situs-situs penting yang dikendalikan kelompok Houthi, Senin (7/7/2025). Kelompok Houthi menyatakan bahwa pertahanan udara mereka merespons sengit serangan militer Zionis.

"Pertahanan udara Yaman secara efektif menghadapi agresi Israel," kata kelompok tersebut dalam sebuah peryataan singkat.

"Menggunakan serangan besar-besaran rudal permukaan-ke-udara yang diproduksi secara lokal," lanjut pernyataan Houthi.

Baca Juga: Breaking News! Israel Bombardir Yaman Besar-besaran

Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa dan luka dari serangan udara besar-besaran Israel hari ini.

Anggota biro politik Houthi Mohammed Al Farah mengatakan bahwa menargetkan pelabuhan Yaman, pembangkit listrik, dan fasilitas sipil lainnya merupakan upaya Zionis Israel untuk melukai warga sipil. "Tidak ada hubungannya dengan aktivitas militer apa pun," katanya, yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah.

Serangan besar-besaran Israel terhadap Yaman dengan nama sandi Operatioan Black Flag atau Operasi Bendera Hitam terjadi setelah sedikitnya tiga rudal balistik Houthi diluncurkan ke Israel setelah gencatan senjata Iran-Israel.

Israel menyerang pelabuhan-pelabuhan Hodeida, Ras Isa, Salif dan pembangkit listrik Ras Kanatib di sepanjang Laut Merah. IDF juga menyerang Galaxy Leader, sebuah kapal kargo yang direbut oleh Houthi pada November 2023.

"Pasukan Houthi memasang sistem radar di kapal dan telah menggunakannya untuk melacak kapal-kapal di arena maritim internasional untuk memfasilitasi kegiatan teroris lebih lanjut," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan setelah serangan tersebut.

Beberapa saat sebelum gelombang serangan diluncurkan, juru bicara bahasa Arab IDF, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi untuk pelabuhan dan pembangkit listrik di Yaman.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu adalah bagian dari Operasi Bendera Hitam. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Katz mengatakan, "Houthi akan terus membayar harga yang mahal atas tindakan mereka."

Dia berjanji bahwa lebih banyak serangan akan menyusul jika Houthi terus meluncurkan drone dan rudal balistik ke Israel.

Serangan militer Zionis terhadap Yaman terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sejak perang Israel dengan Hamas di Gaza dimulai pada Oktober 2023, negara Yahudi itu telah diserang rudal dan roket dari Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, yang mengeklaim menyerang Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.

Houthi yang didukung Iran juga telah berulang kali menargetkan kapal komersial dan militer di Laut Merah.

Pada bulan Maret, AS melakukan serangan besar-besaran di Yaman untuk melemahkan kemampuan militer kelompok tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved