Israel Tolak Syarat Gencatan Senjata yang Diajukan Hamas

Minggu, 06 Juli 2025 - 19:07 WIB
loading...
A A A
Pada hari Jumat, Trump mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One bahwa ia "optimis" kesepakatan dapat dicapai. Draf saat ini mencakup ketentuan bahwa utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, akan melakukan perjalanan ke wilayah tersebut untuk menyelesaikan perjanjian tersebut.

Yerusalem Barat telah berulang kali menolak untuk menerima kesepakatan apa pun yang membuat Hamas tetap memegang kendali atas Gaza. Kesepakatan gencatan senjata sandera sebelumnya yang dicapai pada bulan Januari mencakup proses tiga fase yang diakhiri dengan gencatan senjata permanen dan penarikan penuh Israel, tetapi kesepakatan itu gagal pada bulan Maret setelah Israel menolak untuk memulai pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Netanyahu menegaskan kembali persyaratannya minggu lalu: Hamas harus menyerah, melucuti senjata, dan meninggalkan Gaza – persyaratan yang terus ditolak oleh kelompok itu.

Konflik dimulai dengan serangan Hamas pada bulan Oktober 2023 di Israel selatan, yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan 250 orang disandera. Dari jumlah tersebut, 50 orang masih berada di Gaza, dengan kurang dari setengahnya masih hidup. Respons militer Israel telah menewaskan sedikitnya 57.000 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, selama 21 bulan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.

Pada hari Sabtu, keluarga para sandera menggelar protes di seluruh Israel, mendesak pemerintah untuk menuntaskan gencatan senjata. Video di media sosial menunjukkan kerumunan orang berbaris di Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, dan Be'er Sheva, menyerukan diakhirinya perang dan pemulangan para sandera.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved