Negara Ini Akan Bagi-bagi Uang Tunai Besar-besaran kepada Rakyatnya
Minggu, 06 Juli 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Korea Selatan, ekonomi terbesar keempat di Asia, nyaris mengalami resesi teknis pada tahun 2024 karena pertumbuhan terhenti pada paruh kedua tahun ini, menyusul kontraksi pada kuartal kedua dan pemulihan yang lemah pada kuartal ketiga.
Penurunan tersebut secara luas dikaitkan dengan ketidakstabilan politik dalam negeri, yang berpuncak pada pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol saat itu atas tuduhan pemberontakan setelah dia sempat memberlakukan darurat militer pada bulan Desember.
Presiden Lee Jae-myung yang baru terpilih, yang mulai menjabat pada tanggal 4 Juni, memperkenalkan paket stimulus yang mencakup bantuan tunai dan voucher digital, serta menjanjikan investasi dalam infrastruktur AI untuk mendorong pertumbuhan.
Namun, beberapa ekonom telah memperingatkan kemungkinan dampak inflasi dan risiko jangka panjang terhadap kesehatan fiskal, karena Kementerian Keuangan berencana untuk mendanai langkah-langkah stimulus melalui utang baru, dengan memproyeksikan defisit fiskal sebesar 4,2% dan utang nasional sebesar 49,1% dari PDB.
Penurunan tersebut secara luas dikaitkan dengan ketidakstabilan politik dalam negeri, yang berpuncak pada pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol saat itu atas tuduhan pemberontakan setelah dia sempat memberlakukan darurat militer pada bulan Desember.
Presiden Lee Jae-myung yang baru terpilih, yang mulai menjabat pada tanggal 4 Juni, memperkenalkan paket stimulus yang mencakup bantuan tunai dan voucher digital, serta menjanjikan investasi dalam infrastruktur AI untuk mendorong pertumbuhan.
Namun, beberapa ekonom telah memperingatkan kemungkinan dampak inflasi dan risiko jangka panjang terhadap kesehatan fiskal, karena Kementerian Keuangan berencana untuk mendanai langkah-langkah stimulus melalui utang baru, dengan memproyeksikan defisit fiskal sebesar 4,2% dan utang nasional sebesar 49,1% dari PDB.
(mas)
Lihat Juga :