China Tak Suka kalau Rusia Kalah dalam Perang Ukraina, Ini Penyebabnya

Sabtu, 05 Juli 2025 - 18:40 WIB
loading...
China Tak Suka kalau...
China tak suka kalau Rusia kalah dalam perang Ukraina. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada diplomat tertinggi Uni Eropa bahwa Beijing tidak dapat menerima kekalahan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Itu dikarenakan itu dapat memungkinkan Amerika Serikat untuk mengalihkan perhatian penuhnya ke China.

Itu bertentangan dengan posisi netralitas publik Beijing dalam konflik tersebut.

Pengakuan itu disampaikan selama pertemuan selama empat jam dengan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada hari Rabu di Brussels yang "menampilkan pertukaran pendapat yang keras tetapi saling menghormati, yang mencakup berbagai masalah mulai dari keamanan siber, tanah jarang hingga ketidakseimbangan perdagangan, Taiwan, dan Timur Tengah."

Melansir CNN, pejabat itu mengatakan pernyataan pribadi Wang menunjukkan bahwa Beijing mungkin lebih menyukai perang yang berlarut-larut di Ukraina yang membuat Amerika Serikat tidak fokus pada persaingannya dengan China. Pernyataan itu menggemakan kekhawatiran para kritikus kebijakan China bahwa Beijing secara geopolitik memiliki lebih banyak kepentingan dalam konflik Ukraina daripada posisi netralitasnya yang diakui.

Pada hari Jumat, dalam pengarahan rutin Kementerian Luar Negeri China, juru bicara Mao Ning ditanyai tentang pertukaran pendapat tersebut, yang pertama kali dilaporkan di South China Morning Post, dan menegaskan kembali posisi lama Beijing dalam perang tiga tahun tersebut. "China bukan pihak dalam masalah Ukraina," kata Mao.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Putin Ragu Drone Rusia...
Putin Ragu Drone Rusia Serang Negara NATO, Presiden Rumania Sodorkan Bukti
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Bandara Ben Gurion Israel...
Bandara Ben Gurion Israel Rugi Rp4 Triliun gegara Jadi Tempat Parkir Puluhan Pesawat Militer AS
Rekomendasi
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Berita Terkini
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved