Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Penjara 6 Bulan
Kamis, 03 Juli 2025 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Mohammad Tajul Islam, kepala jaksa ICT, menuduh Hasina mengatur "serangan sistemik" terhadap para pengunjuk rasa.
Laporan bulan Februari oleh Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, "Sebanyak 1.400 orang mungkin telah terbunuh antara 15 Juli dan 5 Agustus (2024), dan ribuan orang terluka, sebagian besar di antaranya ditembak oleh pasukan keamanan Bangladesh."
Hasina, yang mengundurkan diri pada 5 Agustus 2024, telah menyatakan ketidakbersalahannya. Ia berencana mengajukan argumen untuk membebaskannya dari tuduhan ini, menurut pengacara pembelanya, Amir Hossain.
Pada bulan Mei, pemerintah sementara Bangladesh, yang dipimpin Pemenang Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, melarang Liga Awami ikut serta dalam pemilihan umum berikutnya, dengan mengatakan hal itu demi kepentingan keamanan dan kedaulatan nasional.
Baca juga: Hamas Siap Akhiri Perang Sepenuhnya, Bukan Gencatan Senjata 60 Hari
Laporan bulan Februari oleh Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, "Sebanyak 1.400 orang mungkin telah terbunuh antara 15 Juli dan 5 Agustus (2024), dan ribuan orang terluka, sebagian besar di antaranya ditembak oleh pasukan keamanan Bangladesh."
Hasina, yang mengundurkan diri pada 5 Agustus 2024, telah menyatakan ketidakbersalahannya. Ia berencana mengajukan argumen untuk membebaskannya dari tuduhan ini, menurut pengacara pembelanya, Amir Hossain.
Pada bulan Mei, pemerintah sementara Bangladesh, yang dipimpin Pemenang Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, melarang Liga Awami ikut serta dalam pemilihan umum berikutnya, dengan mengatakan hal itu demi kepentingan keamanan dan kedaulatan nasional.
Baca juga: Hamas Siap Akhiri Perang Sepenuhnya, Bukan Gencatan Senjata 60 Hari
(sya)
Lihat Juga :