Dibom Israel hingga Berkeping-keping, Dokter Marwan Al-Sultan Berjuang hingga Napas Terakhir
Kamis, 03 Juli 2025 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Diaa Al-Najjar, keponakan Marwan Al-Sultan, mengatakan pamannya tidak pernah berhenti bekerja di tengah perang, bahkan untuk sesaat. Baginya, sang paman telah berjuang membela Gaza hingga napas terakhir.
"Dia terus melawan. Hingga detik terakhir, saat-saat terakhir," katanya kepada CBC News di Kota Gaza.
"Semoga Tuhan memberi kita kesabaran dan semoga Tuhan mengasihani para martir kita," ujarnya.
RS Indonesia telah dikepung pasukan Israel sejak bulan Mei, dan dievakuasi bersama dua rumah sakit utama lainnya di Gaza utara, setelah pasukan Israel memperbarui serangan mereka di wilayah tersebut. Militer Israel berdalih serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hamas.
Hanya 20 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian pada bulan Mei, sementara yang lain terpaksa tutup akibat kerusakan akibat serangan Israel.
Médecins Sans Frontières (MSF) dan kelompok bantuan lainnya menuduh Israel menargetkan rumah sakit dan mengutuk serangan dan penangkapan pekerja medis.
Munir Al-Barash, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan pembunuhan dokter Marwan Al-Sultan adalah kematian terbaru dalam daftar panjang pekerja layanan kesehatan yang menjadi sasaran di Jalur Gaza.
"Dr Marwan Sultan dikepung [tentara Israel] di Rumah Sakit Indonesia.. dan dia bersikeras melanjutkan operasi dan tidak berhenti," kata Al-Barash mengatakan kepada videografer lepas CBC News Mohamed El Saife pada hari Rabu di luar RS Al-Shifa di Kota Gaza.
Lebih dari 1.500 petugas kesehatan telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
"Dia terus melawan. Hingga detik terakhir, saat-saat terakhir," katanya kepada CBC News di Kota Gaza.
"Semoga Tuhan memberi kita kesabaran dan semoga Tuhan mengasihani para martir kita," ujarnya.
RS Indonesia telah dikepung pasukan Israel sejak bulan Mei, dan dievakuasi bersama dua rumah sakit utama lainnya di Gaza utara, setelah pasukan Israel memperbarui serangan mereka di wilayah tersebut. Militer Israel berdalih serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hamas.
Hanya 20 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian pada bulan Mei, sementara yang lain terpaksa tutup akibat kerusakan akibat serangan Israel.
Médecins Sans Frontières (MSF) dan kelompok bantuan lainnya menuduh Israel menargetkan rumah sakit dan mengutuk serangan dan penangkapan pekerja medis.
Munir Al-Barash, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan pembunuhan dokter Marwan Al-Sultan adalah kematian terbaru dalam daftar panjang pekerja layanan kesehatan yang menjadi sasaran di Jalur Gaza.
"Dr Marwan Sultan dikepung [tentara Israel] di Rumah Sakit Indonesia.. dan dia bersikeras melanjutkan operasi dan tidak berhenti," kata Al-Barash mengatakan kepada videografer lepas CBC News Mohamed El Saife pada hari Rabu di luar RS Al-Shifa di Kota Gaza.
Lebih dari 1.500 petugas kesehatan telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Lihat Juga :