Apakah Perang 12 Hari Berakhir Disebabkan Aksi Iran Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz?
Rabu, 02 Juli 2025 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Anggota OPEC Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, terutama ke Asia. Qatar, salah satu eksportir gas alam cair terbesar di dunia, mengirimkan hampir semua LNG-nya melalui selat tersebut.
Iran juga mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui jalur tersebut, yang secara teori membatasi keinginan Teheran untuk menutup selat tersebut. Namun, Teheran tetap mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikannya dapat melakukannya jika dianggap perlu.
Armada Kelima AS, yang bermarkas di Bahrain, bertugas melindungi perdagangan di kawasan tersebut.
Angkatan Laut AS biasanya menyimpan empat kapal penanggulangan ranjau, atau kapal MCM, di Bahrain, meskipun kapal-kapal tersebut digantikan oleh jenis kapal lain yang disebut kapal tempur pesisir, atau LCS, yang juga memiliki kemampuan antiranjau.
Semua kapal antiranjau telah dipindahkan sementara dari Bahrain pada hari-hari menjelang serangan AS terhadap Iran untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan terhadap markas Armada Kelima.
Pada akhirnya, pembalasan langsung Iran terbatas pada serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di dekat Qatar.
Namun, pejabat AS belum mengesampingkan tindakan pembalasan lebih lanjut oleh Iran.
Iran juga mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui jalur tersebut, yang secara teori membatasi keinginan Teheran untuk menutup selat tersebut. Namun, Teheran tetap mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikannya dapat melakukannya jika dianggap perlu.
3. Iran Memiliki Banyak Ranjau Laut
Pada tahun 2019, Iran memelihara lebih dari 5.000 ranjau laut, yang dapat segera disebarkan dengan bantuan kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi, menurut perkiraan Badan Intelijen Pertahanan AS saat itu.Armada Kelima AS, yang bermarkas di Bahrain, bertugas melindungi perdagangan di kawasan tersebut.
Angkatan Laut AS biasanya menyimpan empat kapal penanggulangan ranjau, atau kapal MCM, di Bahrain, meskipun kapal-kapal tersebut digantikan oleh jenis kapal lain yang disebut kapal tempur pesisir, atau LCS, yang juga memiliki kemampuan antiranjau.
Semua kapal antiranjau telah dipindahkan sementara dari Bahrain pada hari-hari menjelang serangan AS terhadap Iran untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan terhadap markas Armada Kelima.
Pada akhirnya, pembalasan langsung Iran terbatas pada serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di dekat Qatar.
Namun, pejabat AS belum mengesampingkan tindakan pembalasan lebih lanjut oleh Iran.
(ahm)
Lihat Juga :