Trump Ancam Hamas dengan Sesuatu yang Lebih Buruk, Menteri Israel Ingin Terus Perang

Rabu, 02 Juli 2025 - 12:46 WIB
loading...
Trump Ancam Hamas dengan...
Warga dan petugas melihat dampak kerusakan akibat serangan Israel di Gaza. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka memperingatkan Hamas agar tidak menolak proposal gencatan senjata baru yang didukung Amerika. Dia menyatakan posisi Hamas hanya akan memburuk jika menolak menerima kesepakatan tersebut, yang diduga telah disetujui Israel.

Peringatan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa melalui platform Truth Social milik Trump, setelah apa yang ia gambarkan sebagai “pertemuan yang panjang dan produktif” antara pejabat AS dan Israel.

“Israel telah menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk menyelesaikan GENCATAN SENJATA 60 Hari, di mana selama waktu tersebut kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri Perang,” tulis Trump, berterima kasih kepada mediator Qatar dan Mesir atas upaya mereka.

“Saya berharap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima Kesepakatan ini, karena kesepakatan ini tidak akan membaik — HANYA AKAN MENJADI LEBIH BURUK,” ancam Trump.

Rincian pasti dari proposal tersebut, yang dilaporkan diselesaikan selama konsultasi tingkat tinggi AS-Israel, masih belum jelas.

Kesepakatan itu diyakini mencakup jeda sementara dalam permusuhan di Gaza dengan imbalan pembebasan sandera Israel dan akses kemanusiaan yang lebih luas ke daerah kantong itu.

Mediator Mesir dan Qatar diharapkan akan menyampaikan kesepakatan itu kepada pimpinan Hamas dalam beberapa hari mendatang.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perpecahan dalam pemerintahan Israel sendiri atas prospek gencatan senjata.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan pada hari Senin bahwa "perang ini harus berakhir dengan kemenangan yang menentukan... tanpa kesepakatan, tanpa mediator."

Pejabat sayap kanan itu memperingatkan penghentian operasi akan menimbulkan "bahaya yang lebih besar" bagi masa depan Israel daripada melanjutkan perang.

Meskipun ada perbedaan pendapat internal, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengizinkan pembicaraan tentang kemungkinan jeda dalam pertempuran untuk dilanjutkan, di bawah tekanan dari AS dan sebagai tanggapan atas kekhawatiran internasional atas meningkatnya korban sipil di Gaza.

Sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, lebih dari 56.000 warga Palestina telah dibunuh Israel, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

Washington mendukung kampanye militer Israel dengan terus memasok persenjataan untuk rezim Zionis.

Pada akhir Mei, Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS mulai mengoperasikan koridor bantuan setelah blokade Israel selama tiga bulan.

Namun, lebih dari 500 warga Palestina dilaporkan tewas ditembak mati tentara Israel di dekat titik distribusi bantuan sejak saat itu, menurut data PBB dan otoritas kesehatan setempat.

Militer Israel baru-baru ini mengintensifkan serangannya setelah laporan sekitar 20 sandera masih hidup dalam tahanan Hamas.

Israel telah mengklaim serangkaian pembunuhan tingkat tinggi dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pembunuhan komandan militer Hamas Hakham Muhammad Issa Al-Issa dan pemimpin politik Muhammad Sinwar.

Hamas membantah telah menempatkan infrastruktur militernya di wilayah sipil dan mengutuk pembunuhan warga sipil dalam serangan tersebut.

Baca juga: Iran Akui Kerusakan Serius Terjadi di Situs Nuklir akibat Serangan AS dan Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved