Pertama Sejak 2022, Putin Lakukan Panggilan Telepon dengan Macron
Rabu, 02 Juli 2025 - 08:41 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto/sputnik
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ini adalah percakapan telepon pertama mereka sejak 2022.
Putin, dalam percakapan dengan Macron, membahas situasi seputar Ukraina dan mengingatkan konflik tersebut merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan Barat.
Berbicara tentang prospek penyelesaian damai, Putin menegaskan pendekatan mendasar terhadap kemungkinan kesepakatan, yang harus komprehensif dan berjangka panjang, mengatasi akar penyebab krisis Ukraina dan berdasarkan realitas teritorial baru.
"Ketika mempertimbangkan situasi seputar Ukraina, Vladimir Putin mengingat konflik Ukraina merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan negara-negara Barat yang selama bertahun-tahun mengabaikan kepentingan keamanan Rusia, menciptakan pijakan anti-Rusia di Ukraina, memaafkan pelanggaran hak-hak warga negara berbahasa Rusia, dan sekarang mengejar kebijakan untuk memperpanjang permusuhan dengan memberi rezim Kiev berbagai senjata modern," ujar bunyi pernyataan Kremlin.
Putin menegaskan pendekatan berprinsip Rusia terhadap kemungkinan kesepakatan tentang prospek penyelesaian damai Ukraina.
"Berbicara tentang prospek penyelesaian damai, presiden Rusia menegaskan pendekatan berprinsip pada kemungkinan kesepakatan yang harus bersifat komprehensif dan jangka panjang, menyediakan penghapusan akar penyebab krisis Ukraina dan bergantung pada realitas teritorial baru," papar pernyataan itu.
Kedua presiden juga membahas konfrontasi Iran-Israel, serta serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Putin dan Macron mencatat tanggung jawab Rusia dan Prancis dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah dan mempertahankan rezim nonproliferasi nuklir, menurut Kremlin.
"Para pemimpin membahas secara rinci situasi di Timur Tengah dalam konteks konfrontasi Iran-Israel dan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran," ungkap Kremlin.
Putin dan Macron juga sepakat mempertahankan kontak guna mengoordinasikan posisi masing-masing negara terkait situasi di Timur Tengah, demikian bunyi pernyataan itu.
"Para pemimpin menyerukan agar penyelesaian krisis atas program nuklir Iran, serta penyelesaian kontradiksi lain di Timur Tengah, dicapai secara eksklusif melalui cara politik dan diplomatik," imbuh Kremlin.
Para pemimpin juga menekankan pentingnya menghormati hak sah Iran untuk mengembangkan energi nuklir damai, memenuhi kewajibannya berdasarkan rezim nonproliferasi, dan bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Presiden Prancis Emmanuel Macron bermaksud melanjutkan negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah percakapan pertama antara kedua pemimpin tersebut sejak 2022 pada hari Selasa, media melaporkan, mengutip Istana Elysee.
Baca juga: Iran Akui Kerusakan Serius Terjadi di Situs Nuklir akibat Serangan AS dan Israel
Putin, dalam percakapan dengan Macron, membahas situasi seputar Ukraina dan mengingatkan konflik tersebut merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan Barat.
Berbicara tentang prospek penyelesaian damai, Putin menegaskan pendekatan mendasar terhadap kemungkinan kesepakatan, yang harus komprehensif dan berjangka panjang, mengatasi akar penyebab krisis Ukraina dan berdasarkan realitas teritorial baru.
"Ketika mempertimbangkan situasi seputar Ukraina, Vladimir Putin mengingat konflik Ukraina merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan negara-negara Barat yang selama bertahun-tahun mengabaikan kepentingan keamanan Rusia, menciptakan pijakan anti-Rusia di Ukraina, memaafkan pelanggaran hak-hak warga negara berbahasa Rusia, dan sekarang mengejar kebijakan untuk memperpanjang permusuhan dengan memberi rezim Kiev berbagai senjata modern," ujar bunyi pernyataan Kremlin.
Putin menegaskan pendekatan berprinsip Rusia terhadap kemungkinan kesepakatan tentang prospek penyelesaian damai Ukraina.
"Berbicara tentang prospek penyelesaian damai, presiden Rusia menegaskan pendekatan berprinsip pada kemungkinan kesepakatan yang harus bersifat komprehensif dan jangka panjang, menyediakan penghapusan akar penyebab krisis Ukraina dan bergantung pada realitas teritorial baru," papar pernyataan itu.
Kedua presiden juga membahas konfrontasi Iran-Israel, serta serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Putin dan Macron mencatat tanggung jawab Rusia dan Prancis dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah dan mempertahankan rezim nonproliferasi nuklir, menurut Kremlin.
"Para pemimpin membahas secara rinci situasi di Timur Tengah dalam konteks konfrontasi Iran-Israel dan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran," ungkap Kremlin.
Putin dan Macron juga sepakat mempertahankan kontak guna mengoordinasikan posisi masing-masing negara terkait situasi di Timur Tengah, demikian bunyi pernyataan itu.
"Para pemimpin menyerukan agar penyelesaian krisis atas program nuklir Iran, serta penyelesaian kontradiksi lain di Timur Tengah, dicapai secara eksklusif melalui cara politik dan diplomatik," imbuh Kremlin.
Para pemimpin juga menekankan pentingnya menghormati hak sah Iran untuk mengembangkan energi nuklir damai, memenuhi kewajibannya berdasarkan rezim nonproliferasi, dan bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Presiden Prancis Emmanuel Macron bermaksud melanjutkan negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah percakapan pertama antara kedua pemimpin tersebut sejak 2022 pada hari Selasa, media melaporkan, mengutip Istana Elysee.
Baca juga: Iran Akui Kerusakan Serius Terjadi di Situs Nuklir akibat Serangan AS dan Israel
(sya)
Lihat Juga :