Jet Tempur F-16 Ukraina Jatuh dan Pilotnya Tewas Dirudal Rusia, Zelensky Minta Tolong AS

Senin, 30 Juni 2025 - 07:05 WIB
loading...
Jet Tempur F-16 Ukraina...
Jet tempur F-16 Ukraina jatuh dan pilotnya tewas saat menangkis serangan udara Rusia yang melibatkan ratusan pesawat nirawak, rudal jelajah dan rudal balistik. Foto/MSgt John Raven/DVIDS via CSIS
A A A
KYIV - Satu unit jet tempur F-16 Ukraina jatuh dan pilotnya tewas saat menangkis serangan udara Rusia yang melibatkan ratusan pesawat nirawak, rudal jelajah dan rudal balistik. Demikian diumumkan Angkatan Udara Ukraina pada hari Minggu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji pilot tersebut; Maksym Ustymenko, dan menganugerahkan gelar Pahlawan Ukraina, penghargaan tertinggi negara itu, secara anumerta.

Dia juga meminta lebih banyak bantuan dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina setelah serangan Sabtu malam itu, yang merusak rumah dan infrastruktur di seluruh negeri dan melukai sedikitnya 12 orang, menurut otoritas setempat.

Baca Juga: Negara NATO Dekat Rusia Siap Tampung Jet Tempur F-35 Bersenjata Nuklir, Kremlin Bereaksi Keras

Di Kyiv, keluarga-keluarga berkumpul di stasiun metro untuk berlindung setelah sirene serangan udara berbunyi. Tembakan senapan mesin dan ledakan terdengar di seluruh ibu kota dan di kota Lviv di bagian barat, tempat serangan semacam itu jarang terjadi.

Gubernur wilayah Lviv, yang berbatasan dengan Polandia, mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur penting.

Ukraina kini telah kehilangan tiga unit F-16 sejak mulai mengoperasikan jet tempur buatan AS itu tahun lalu.

Kyiv belum mengungkapkan jumlah armada F-16-nya, tetapi mereka telah menjadi bagian utama dan paling banyak digunakan dalam pertahanan Ukraina.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan pilot Maksym Ustymenko menerbangkan jet tempur itu menjauh dari sebuah pemukiman tetapi tidak sempat melontarkan diri sebelum jatuh.

"Pilot menggunakan semua senjata yang ada di pesawatnya dan menembak jatuh tujuh target udara. Saat menembak jatuh yang terakhir, pesawatnya rusak dan mulai kehilangan ketinggian," kata Angkatan Udara Ukraina di Telegram, seperti dikutip Reuters, Senin (30/6/2025).

Pakar militer Ukraina Roman Svitan, yang berbicara awal bulan ini, mengatakan F-16 tidak cocok untuk semua tugas dalam perang, khususnya untuk mengusir pesawat nirawak yang menyerbu kota-kota Ukraina, karena lebih baik digunakan untuk melawan target yang berkecepatan lebih tinggi.

Zelensky, yang berbicara dalam pidato video malam harinya, mengatakan Ustymenko telah menerbangkan misi sejak masa kampanye militer yang dimulai pada tahun 2014 melawan separatis yang didanai Rusia yang telah merebut sebagian wilayah Ukraina timur.

"Dia menguasai empat jenis pesawat dan telah menghasilkan prestasi penting dalam membela Ukraina," katanya.

"Sungguh menyakitkan kehilangan orang-orang seperti itu," paparnya.

Militer Ukraina mengatakan secara total Rusia meluncurkan 477 pesawat nirawak dan 60 rudal berbagai jenis ke Ukraina dalam semalam. Pasukan Ukraina mengeklaim telah menghancurkan 211 pesawat nirawak dan 38 rudal, sementara 225 pesawat nirawak lainnya hilang karena peperangan elektronik atau merupakan umpan yang tidak membawa bahan peledak.

Menulis sebelumnya di X, Zelensky mengatakan: "Moskow tidak akan berhenti selama masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan besar-besaran."

Dia mengatakan Rusia telah meluncurkan sekitar 114 rudal, 1.270 pesawat nirawak, dan 1.100 bom luncur hanya dalam seminggu terakhir.

Kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti, mengatakan satu orang tewas oleh pesawat nirawak Ukraina di wilayah Luhansk Ukraina yang dikuasai Rusia.

Baik Ukraina maupun Rusia mengatakan mereka tidak menyerang target sipil.

Ukraina mengatakan serangan baru-baru ini menyoroti perlunya dukungan lebih lanjut dari Washington, yang di bawah Presiden Donald Trump belum berkomitmen untuk memberikan bantuan militer baru bagi Ukraina.

Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk lebih banyak rudal Patriot setelah dia bertemu Zelensky di pertemuan puncak NATO Rabu lalu.

"Perang ini harus diakhiri-tekanan pada agresor diperlukan, dan begitu juga perlindungan," kata Zelensky dalam unggahannya di X.

"Ukraina perlu memperkuat pertahanan udaranya-hal yang paling melindungi nyawa."

Dia mengatakan Ukraina siap membeli sistem pertahanan udara Amerika dan mengandalkan "kepemimpinan, kemauan politik, dan dukungan dari Amerika Serikat, Eropa, dan semua mitra kami."

Rusia telah melancarkan serangan skala besar di kota-kota Ukraina setiap beberapa hari dalam beberapa minggu terakhir, yang menyebabkan kerusakan luas, menewaskan puluhan warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Dalam serangan terbaru, ledakan terdengar di Kyiv, Lviv, Poltava, Mykolaiv, Dnipropetrovsk, Cherkasy dan wilayah Ivano-Frankivsk, menurut saksi mata dan gubernur regional.

Militer Ukraina mengatakan serangan udara tercatat di enam lokasi.

Sebelas orang, termasuk dua anak-anak, terluka di wilayah Cherkasy tengah, kata gubernur daerah itu di Telegram. Tiga gedung bertingkat dan sebuah perguruan tinggi rusak. Seorang wanita terluka di wilayah Ivano-Frankivsk barat.

Tim penyelamat mengevakuasi penduduk dari blok apartemen di Cherkasy yang dindingnya hangus dan jendelanya pecah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved