Ekspansi Tambang Mineral Tanah Langka China Timbulkan Kerusakan dari Myanmar hingga Afrika

Jum'at, 27 Juni 2025 - 10:44 WIB
loading...
A A A
Operasi Mong Bawk ini berlangsung di luar kerangka regulasi resmi pertambangan Myanmar. Tidak satu pun dari 26 lokasi tersebut terdaftar dalam daftar izin tambang yang dikeluarkan oleh pemerintah militer Myanmar pada November 2021.

Sebaliknya, tambang-tambang ini beroperasi di bawah kesepakatan bilateral antara UWSA dan perusahaan-perusahaan China, memungkinkan ekstraksi dan pengangkutan langsung melintasi perbatasan China tanpa keterlibatan otoritas pusat Myanmar. Ekspansi di Mong Bawk ini merupakan bagian dari pola yang lebih luas.

Di Negara Bagian Kachin, Myanmar, jumlah lokasi tambang rare earth meningkat drastis dari hanya beberapa pada 2016 menjadi lebih dari 2.700 kolam penampungan tambang di 300 lokasi per Maret 2022. Operasi ini kini mencakup area seluas negara Singapura.

Laporan Global Witness menyebut Myanmar kini menjadi sumber rare earth berat terbesar di dunia—komponen utama dalam teknologi energi terbarukan dan elektronik.

Operasi pertambangan China di Afrika menunjukkan masalah lingkungan serupa. Di Republik Afrika Tengah, empat perusahaan tambang emas asal China meninggalkan lokasi mereka pada 2020, menyisakan pencemaran berat. Tujuh orang kemudian meninggal di lokasi-lokasi tambang yang ditinggalkan tersebut.

Praktik Penambangan China


Sungai Ouham—sumber air dan pangan utama bagi masyarakat setempat—terus tercemar oleh merkuri dari aktivitas pertambangan. Di Republik Demokratik Kongo, tempat China menguasai 72% tambang kobalt dan tembaga, kerusakan lingkungan meluas di seluruh wilayah pertambangan.

Penanganan limbah dan air tambang yang tidak tepat menyebabkan zat-zat beracun mencemari sungai dan anak sungai yang menjadi sumber kehidupan komunitas lokal. Pembukaan hutan untuk pembangunan infrastruktur tambang menghilangkan habitat satwa, sementara pengendalian debu yang minim menyebabkan pencemaran udara yang merugikan masyarakat sekitar.

Perusahaan-perusahaan China kerap tidak melakukan kajian dampak lingkungan secara memadai atau menerapkan standar perlindungan lingkungan yang layak. Di Zimbabwe, tempat China berinvestasi dalam penambangan litium, aktivitas tambang menyebabkan erosi tanah, degradasi lahan, serta penurunan produktivitas pertanian di wilayah sekitar.

Pencemaran air, deforestasi, dan polusi udara menjadi pola umum yang mengikuti ekspansi pertambangan China di seluruh benua. Tantangan tata kelola di berbagai wilayah memungkinkan praktik lingkungan yang buruk. Di Myanmar, milisi yang mengendalikan area tambang beroperasi tanpa pengawasan ketat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Berita Terkini
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved