Parahnya Kerusakan Israel akibat Serangan Rudal Iran Disensor Militer Zionis

Jum'at, 27 Juni 2025 - 08:10 WIB
loading...
Parahnya Kerusakan Israel...
Sensor ketat militer Zionis telah mencegah komunitas internasional mengetahui parahnya kerusakan yang diderita Israel akibat serangan rudal Iran. Foto/ Itai Ron/Pool/JNS
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis telah mencegah komunitas internasional mengetahui parahnya kerusakan yang diderita Israel akibat serangan rudal Iran selama perang 12 hari. Caranya dengan memberlakukan sensor ketat terhadap pers.

Israel telah mengakui telah terkena lebih dari 50 rudal selama perang melawan Iran.

Sensor semacam itu bukanlah hal baru di Israel, di mana setiap publikasi tertulis atau visual yang dianggap berpotensi membahayakan konsep "keamanan nasional" dapat dilarang oleh hukum rezim Zionis.

Baca Juga: Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis

Penyensoran sudah ada sebelum pembentukan Negara Israel pada tahun 1948, saat wilayah tersebut berada di bawah mandat Inggris.

Namun dengan serangan rudal terbaru dari Iran yang berhasil menembus pertahanan udara berlapis Israel dan menewaskan 28 orang, sensor semakin diperketat.

"Setiap siaran dari zona pertempuran atau lokasi jatuhnya rudal memerlukan izin tertulis dari sensor militer," demikian pernyataan Kantor Pers Pemerintah Israel, yang bertanggung jawab atas komunikasi pemerintah dan untuk mengakreditasi jurnalis.

Persyaratan ini sangat ketat ketika serangan mendarat di dekat pangkalan militer, kilang minyak, atau fasilitas lain yang dianggap strategis.

"Tentu saja, ada dimensi keamanan nasional yang sangat nyata. Anda tidak ingin memberi tahu musuh secara pasti di mana bomnya mendarat, atau membantu mereka meningkatkan penargetan," kata Jerome Bourdon, profesor sosiologi media di Universitas Tel Aviv.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Alex Kecelakaan di Tikungan 13
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved