Fasilitas Nuklir Iran Tidak Hancur, Serangan AS Gagal Total
Rabu, 25 Juni 2025 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara kepada program Today di BBC Radio 4, Mick Mulroy mengatakan kebocoran itu berbahaya karena membahayakan "sumber daya manusia". Mereka "bisa terbunuh jika mereka dikompromikan", katanya.
Mantan pejabat itu juga mempertanyakan bagaimana penilaian sebelumnya bahwa serangan itu akan menghambat fasilitas nuklir Iran selama bertahun-tahun bisa "salah besar".
"Mereka jelas melakukan kesalahan sebelumnya, atau mereka melakukan kesalahan sekarang - tidak mungkin keduanya," katanya. "Gedung Putih menggunakan kata "dilenyapkan", dan laporan itu jauh lebih tidak meyakinkan."
Ketika ditanya apakah AS "sudah selesai" menyerang Iran, Mulroy mengatakan bahwa "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."
"Mungkin ada serangan tambahan untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah sampai pada titik di mana mereka memiliki senjata nuklir," katanya.
Sebelumnya, penilaian intelijen Pentagon awal atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran menyebutkan serangan itu tidak menghancurkan program nuklir negara itu dan mungkin hanya menundanya "beberapa bulan, paling lama".
Mantan pejabat itu juga mempertanyakan bagaimana penilaian sebelumnya bahwa serangan itu akan menghambat fasilitas nuklir Iran selama bertahun-tahun bisa "salah besar".
"Mereka jelas melakukan kesalahan sebelumnya, atau mereka melakukan kesalahan sekarang - tidak mungkin keduanya," katanya. "Gedung Putih menggunakan kata "dilenyapkan", dan laporan itu jauh lebih tidak meyakinkan."
Ketika ditanya apakah AS "sudah selesai" menyerang Iran, Mulroy mengatakan bahwa "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."
"Mungkin ada serangan tambahan untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah sampai pada titik di mana mereka memiliki senjata nuklir," katanya.
Sebelumnya, penilaian intelijen Pentagon awal atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran menyebutkan serangan itu tidak menghancurkan program nuklir negara itu dan mungkin hanya menundanya "beberapa bulan, paling lama".
Lihat Juga :