19 Rudal Iran Serang Pangkalan Terbesar AS di Timur Tengah, Trump Nyatakan Gencatan Senjata

Selasa, 24 Juni 2025 - 07:34 WIB
loading...
19 Rudal Iran Serang...
Sebanyak 19 rudal Iran menyerang Pangkalan Udara Al Udeid Qatar yang dioperasikan AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata. Foto/The War Zone
A A A
DOHA - Sebanyak 19 rudal Iran telah menyerang Pangkalan Udara Al Udeid Qatar, yang merupakan pangkalan militer terbesar Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, Senin tengah malam. Presiden AS Donald Trump, dalam respons cepatnya, menyatakan serangan Iran sangat lemah.

Petinggi militer Qatar, Mayor Jenderal Shayeq Al Hajri, mengatakan 19 rudal ditembakkan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid—rumah bagi Pusat Operasi Udara Gabungan yang menyediakan komando dan kendali kekuatan udara di seluruh wilayah, serta Sayap Ekspedisi Udara ke-379.

Versi Trump, 14 rudal ditembakkan Iran, 13 di antaranya berhasil dijatuhkan dan satu dibiarkan lolos karena tidak menimbulkan ancaman.

Baca Juga: Balas Dendam, Iran Serang Pangkalan Udara AS di Qatar

"Itu respons yang sangat lemah," kata Trump, seperti dikutip AP, Selasa (24/6/2025). Trump menegaskan tak ada korban dalam serangan Iran.

Serangan rudal Iran ini sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran; Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Minggu dini hari WIB. Serangan Amerika ini menandai bergabungnya Washington dalam agresi Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 13 Juni.

Meski meremehkan serangan balasan Iran, Trump mengeklaim bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata total dan menyeluruh.

Trump mengunggah di Truth Social bahwa gencatan senjata bertahap selama 24 jam akan dimulai sekitar tengah malam pada Selasa waktu AS bagian timur. "Memberi kedua negara waktu enam jam untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi terakhir mereka yang sedang berlangsung," tulis Trump.

Dia mengatakan gencatan senjata ini akan membawa "akhir resmi" bagi perang Iran-Israel.

Militer Israel menolak mengomentari pernyataan Trump dan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar. Tidak ada komentar langsung dari Iran.

Misi Iran di PBB juga menolak mengomentari postingan gencatan senjata Trump, dan misi Israel mengatakan tidak memiliki komentar langsung.

Sementara itu, Qatar mengecam serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan, wilayah udara, dan hukum internasionalnya.

Qatar mengatakan telah mencegat semua kecuali satu rudal, meskipun tidak jelas apakah rudal itu menyebabkan kerusakan di Pangkalan Udara Al Udeid.

Iran mengatakan serangan rudalnya sama dengan jumlah bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di tiga situs nuklir Iran selama akhir pekan. Iran juga mengatakan telah menargetkan pangkalan itu karena berada di luar wilayah berpenduduk.

Komentar tersebut, yang disampaikan segera setelah serangan dimulai, menunjukkan Iran ingin meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, sesuatu yang Trump sendiri katakan setelah serangan pada Minggu dini hari terhadap Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved