3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz, 2 di Antaranya Punya Bom Nuklir
Senin, 23 Juni 2025 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian besar pasokan itu—sekitar 42%—berasal dari kawasan Teluk dan harus melewati Selat Hormuz.
China akan merasakan empat dampak buruk jika Selat Hormuz ditutup Iran.
Pertama, krisis pasokan minyak dan gas alam cair (LNG), terutama untuk sektor pembangkit dan transportasi. Kedua, lonjakan harga energi yang bisa memperlambat pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Ketiga, terganggunya rantai pasok global yang dikendalikan oleh industri China. Keempat, akan terjadi ketegangan sosial, karena China juga memasuki musim panas dengan konsumsi listrik yang melonjak.
Meski China memiliki cadangan energi strategis, gangguan lebih dari 2 minggu dapat memaksa Beijing mengambil kebijakan ekstrem: mulai dari pembatasan industri energi intensif, hingga diplomasi agresif terhadap negara-negara penghasil minyak.
Menurut laporan South China Morning Post, penutupan Selat Hormuz akan mempercepat ketergantungan China pada jalur darat dan proyek Jalur Sutra Energi.
Jepang, negara tanpa sumber daya fosil yang signifikan, bergantung nyaris sepenuhnya pada impor minyak dan LNG.
Lebih dari 90% pasokan minyak Jepang datang dari Timur Tengah, dan semuanya melewati Selat Hormuz.
Jepang juga akan merasakan empat dampak buruk jika Selat Hormuz ditutup Iran. Pertama, berisiko mengalami pemadaman listrik nasional karena ketergantungan pada minyak dan gas untuk pembangkit listrik.
Kedua, industri otomotif dan manufaktur akan terganggu karena mesin produksi sebagian besar bergantung pada pasokan energi stabil.
Ketiga, akan terjadi kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan memicu protes sosial, terutama di kalangan buruh dan nelayan.
Keempat, perusahaan raksasa seperti Toyota, Sony, dan Mitsubishi bisa terdampak langsung karena logistik terganggu.
China akan merasakan empat dampak buruk jika Selat Hormuz ditutup Iran.
Pertama, krisis pasokan minyak dan gas alam cair (LNG), terutama untuk sektor pembangkit dan transportasi. Kedua, lonjakan harga energi yang bisa memperlambat pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Ketiga, terganggunya rantai pasok global yang dikendalikan oleh industri China. Keempat, akan terjadi ketegangan sosial, karena China juga memasuki musim panas dengan konsumsi listrik yang melonjak.
Meski China memiliki cadangan energi strategis, gangguan lebih dari 2 minggu dapat memaksa Beijing mengambil kebijakan ekstrem: mulai dari pembatasan industri energi intensif, hingga diplomasi agresif terhadap negara-negara penghasil minyak.
Menurut laporan South China Morning Post, penutupan Selat Hormuz akan mempercepat ketergantungan China pada jalur darat dan proyek Jalur Sutra Energi.
3. Jepang
Jepang, negara tanpa sumber daya fosil yang signifikan, bergantung nyaris sepenuhnya pada impor minyak dan LNG.
Lebih dari 90% pasokan minyak Jepang datang dari Timur Tengah, dan semuanya melewati Selat Hormuz.
Jepang juga akan merasakan empat dampak buruk jika Selat Hormuz ditutup Iran. Pertama, berisiko mengalami pemadaman listrik nasional karena ketergantungan pada minyak dan gas untuk pembangkit listrik.
Kedua, industri otomotif dan manufaktur akan terganggu karena mesin produksi sebagian besar bergantung pada pasokan energi stabil.
Ketiga, akan terjadi kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan memicu protes sosial, terutama di kalangan buruh dan nelayan.
Keempat, perusahaan raksasa seperti Toyota, Sony, dan Mitsubishi bisa terdampak langsung karena logistik terganggu.
Lihat Juga :