Terungkap! AS Kerahkan 125 Pesawat, Termasuk 7 Bomber Siluman B-2 Jatuhkan 14 Bom GBU-57 di Iran
Senin, 23 Juni 2025 - 10:03 WIB
loading...
AS mengerahkan lebih dari 125 pesawat, termasuk tujuh pesawat pengebom siluman B-2 yang menjatuhkan 14 bom GBU-57 di Iran. Foto/The War Zone
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon mengungkap serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran melibatkan lebih dari 125 pesawat, kapal selam, dan 75 senjata berpemandu presisi. Itu termasuk tujuh pesawat pengebom (bomber) siluman B-2 yang menjatuhkan 14 bom Bunker Buster GBU-57.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine membeberkan rincian serangan militer dengan nama sandi Operasi Midnight Hammer tersebut. Berikut riciannya, sebagaimana dikutip dari Axios, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: AS Serang Iran, Ini Reaksi Dunia
1. Tujuh pesawat pengebom siluman B-2 dan puluhan pesawat pengisian bahan bakar bekerja sama untuk melakukan penerbangan pulang pergi selama lebih dari 30 jam dari Missouri ke Iran.
2. Pesawat tempur generasi keempat dan kelima membuka jalan bagi serangan udara. (Pentagon tidak mau mengungkapkan merek dan modelnya, tetapi gambar grafis publik menggambarkan sesuatu yang tampak seperti jet tempur siluman F-22 Raptor).
3. Satu kapal selam menembakkan lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk ke situs nuklir Isfahan.
4. Sebanyak 14 bom Bunker Buster GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP), bom non-nuklir terkuat di dunia, dijatuhkan oleh tujuh pesawat pengebom siluman B-2 di situs nuklir Fordow dan Natanz.
Citra satelit yang dibagikan oleh Maxar menunjukkan beberapa lubang atau kawah besar di Fordow, yang pada dasarnya merupakan benteng nuklir bawah tanah. Daerah itu juga diselimuti hamburan tanah dan abu.
"Penilaian awal kami adalah...bahwa semua amunisi presisi kami menghantam sasaran yang kami inginkan dan memberikan efek yang diinginkan," kata Hegseth. "Fordow adalah target utama di sini," ujarnya.
Jenderal Caine mengatakan Iran terkejut. Menurutnya, negara Islam itu tidak menyadari adanya tembakan yang dilepaskan ke pesawat tempur AS saat pesawat-pesawat Amerika memasuki dan meninggalkan wilayah Iran.
"Pesawat tempur Teheran tidak terbang," katanya. "Sistem rudal permukaan-ke-udara tidak melihat kami," ujar Caine.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine membeberkan rincian serangan militer dengan nama sandi Operasi Midnight Hammer tersebut. Berikut riciannya, sebagaimana dikutip dari Axios, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: AS Serang Iran, Ini Reaksi Dunia
1. Tujuh pesawat pengebom siluman B-2 dan puluhan pesawat pengisian bahan bakar bekerja sama untuk melakukan penerbangan pulang pergi selama lebih dari 30 jam dari Missouri ke Iran.
2. Pesawat tempur generasi keempat dan kelima membuka jalan bagi serangan udara. (Pentagon tidak mau mengungkapkan merek dan modelnya, tetapi gambar grafis publik menggambarkan sesuatu yang tampak seperti jet tempur siluman F-22 Raptor).
3. Satu kapal selam menembakkan lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk ke situs nuklir Isfahan.
4. Sebanyak 14 bom Bunker Buster GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP), bom non-nuklir terkuat di dunia, dijatuhkan oleh tujuh pesawat pengebom siluman B-2 di situs nuklir Fordow dan Natanz.
Citra satelit yang dibagikan oleh Maxar menunjukkan beberapa lubang atau kawah besar di Fordow, yang pada dasarnya merupakan benteng nuklir bawah tanah. Daerah itu juga diselimuti hamburan tanah dan abu.
"Penilaian awal kami adalah...bahwa semua amunisi presisi kami menghantam sasaran yang kami inginkan dan memberikan efek yang diinginkan," kata Hegseth. "Fordow adalah target utama di sini," ujarnya.
Jenderal Caine mengatakan Iran terkejut. Menurutnya, negara Islam itu tidak menyadari adanya tembakan yang dilepaskan ke pesawat tempur AS saat pesawat-pesawat Amerika memasuki dan meninggalkan wilayah Iran.
"Pesawat tempur Teheran tidak terbang," katanya. "Sistem rudal permukaan-ke-udara tidak melihat kami," ujar Caine.
(mas)
Lihat Juga :