8 Kota di Iran yang Diserang Israel secara Brutal
Jum'at, 20 Juni 2025 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Reaksi keras muncul dari berbagai negara yang menilai serangan terhadap fasilitas nuklir aktif dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tak terduga terhadap keselamatan regional dan lingkungan.
Kota Rasht, yang terletak di utara Iran dekat Laut Kaspia, juga tidak luput dari serangan. Meski bukan target nuklir utama, kota ini dilaporkan memiliki jaringan pertahanan dan fasilitas logistik yang mendukung operasi militer Iran.
Serangan Israel terhadap kota ini menunjukkan eskalasi tidak terbatas pada wilayah pusat dan selatan Iran saja, tetapi meluas ke wilayah utara yang sebelumnya dianggap relatif aman.
Dampak serangan termasuk gangguan pasokan logistik dan ketegangan psikologis terhadap penduduk sipil yang tidak terbiasa dengan kehadiran konflik bersenjata langsung di wilayah mereka.
Wilayah pesisir selatan Iran juga menjadi target, terutama di sekitar Bushehr yang dikenal sebagai lokasi reaktor nuklir sipil pertama Iran dan pusat industri gas dan minyak.
Fasilitas pengolahan gas seperti Fajr-e Jam dan kilang minyak South Pars mengalami kerusakan akibat serangan udara.
Serangan ini menyasar infrastruktur ekonomi vital Iran, dengan tujuan memperlemah kapasitas energi negara itu dan menimbulkan tekanan ekonomi tambahan.
Kebakaran besar terjadi di depot-depot energi ini, yang menambah ketakutan warga akan potensi krisis lingkungan dan pasokan bahan bakar dalam negeri.
Keterlibatan Bushehr dalam konflik ini memperluas medan tempur ke sektor ekonomi strategis.
Kota Borujerd dan Qasr-e Shirin, meski bukan kota besar atau pusat industri militer, juga mengalami serangan yang cukup signifikan.
Di Borujerd, pabrik otomotif Farda Motors menjadi sasaran dan mengalami kerusakan parah. Tidak jelas apakah pabrik tersebut memiliki koneksi langsung ke program militer Iran, namun Israel menganggap lokasi itu sebagai bagian dari jaringan produksi strategis yang mendukung kekuatan pertahanan negara tersebut.
Di Qasr-e Shirin, gedung Departemen Kesejahteraan Sosial ikut rusak. Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti ini menimbulkan kecaman luas, karena memperlihatkan dampak konflik tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga menyentuh kehidupan sipil secara langsung.
Serangan-serangan lainnya tercatat terjadi di Tabriz, Ilam, dan Khuzestan, terutama pada fase sebelumnya, yaitu Oktober 2024.
Serangan ini merupakan bagian dari Operasi "Days of Repentance" yang dilakukan Israel sebagai respons atas aktivitas militer Iran di kawasan.
Fasilitas radar, pangkalan rudal, dan pos logistik militer di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan lumpuh atau mengalami kerusakan berat.
Sebanyak empat personel militer Iran dilaporkan tewas dalam fase ini. Serangan terhadap wilayah-wilayah di barat dan barat daya Iran ini menunjukkan betapa luasnya cakupan target Israel, yang mencakup hampir seluruh penjuru Iran dalam radius tempurnya.
Salah satu target paling vital dalam konflik ini adalah fasilitas pengayaan uranium di Natanz, yang berlokasi di Provinsi Isfahan.
4. Rasht
Kota Rasht, yang terletak di utara Iran dekat Laut Kaspia, juga tidak luput dari serangan. Meski bukan target nuklir utama, kota ini dilaporkan memiliki jaringan pertahanan dan fasilitas logistik yang mendukung operasi militer Iran.
Serangan Israel terhadap kota ini menunjukkan eskalasi tidak terbatas pada wilayah pusat dan selatan Iran saja, tetapi meluas ke wilayah utara yang sebelumnya dianggap relatif aman.
Dampak serangan termasuk gangguan pasokan logistik dan ketegangan psikologis terhadap penduduk sipil yang tidak terbiasa dengan kehadiran konflik bersenjata langsung di wilayah mereka.
5. Bushehr
Wilayah pesisir selatan Iran juga menjadi target, terutama di sekitar Bushehr yang dikenal sebagai lokasi reaktor nuklir sipil pertama Iran dan pusat industri gas dan minyak.
Fasilitas pengolahan gas seperti Fajr-e Jam dan kilang minyak South Pars mengalami kerusakan akibat serangan udara.
Serangan ini menyasar infrastruktur ekonomi vital Iran, dengan tujuan memperlemah kapasitas energi negara itu dan menimbulkan tekanan ekonomi tambahan.
Kebakaran besar terjadi di depot-depot energi ini, yang menambah ketakutan warga akan potensi krisis lingkungan dan pasokan bahan bakar dalam negeri.
Keterlibatan Bushehr dalam konflik ini memperluas medan tempur ke sektor ekonomi strategis.
6. Borujerd dan Qasr-e Shirin
Kota Borujerd dan Qasr-e Shirin, meski bukan kota besar atau pusat industri militer, juga mengalami serangan yang cukup signifikan.
Di Borujerd, pabrik otomotif Farda Motors menjadi sasaran dan mengalami kerusakan parah. Tidak jelas apakah pabrik tersebut memiliki koneksi langsung ke program militer Iran, namun Israel menganggap lokasi itu sebagai bagian dari jaringan produksi strategis yang mendukung kekuatan pertahanan negara tersebut.
Di Qasr-e Shirin, gedung Departemen Kesejahteraan Sosial ikut rusak. Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti ini menimbulkan kecaman luas, karena memperlihatkan dampak konflik tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga menyentuh kehidupan sipil secara langsung.
7. Tabriz, Ilam, dan Khuzestan
Serangan-serangan lainnya tercatat terjadi di Tabriz, Ilam, dan Khuzestan, terutama pada fase sebelumnya, yaitu Oktober 2024.
Serangan ini merupakan bagian dari Operasi "Days of Repentance" yang dilakukan Israel sebagai respons atas aktivitas militer Iran di kawasan.
Fasilitas radar, pangkalan rudal, dan pos logistik militer di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan lumpuh atau mengalami kerusakan berat.
Sebanyak empat personel militer Iran dilaporkan tewas dalam fase ini. Serangan terhadap wilayah-wilayah di barat dan barat daya Iran ini menunjukkan betapa luasnya cakupan target Israel, yang mencakup hampir seluruh penjuru Iran dalam radius tempurnya.
8. Natanz
Salah satu target paling vital dalam konflik ini adalah fasilitas pengayaan uranium di Natanz, yang berlokasi di Provinsi Isfahan.
Lihat Juga :