Takut Diserang Iran, AS Pindahkan Pesawat dan Kapalnya dari Pangkalan Timur Tengah
Kamis, 19 Juni 2025 - 13:33 WIB
loading...
AS pindahkan sejumlah pesawat dan kapalnya dari beberapa pangkalan di Timur Tengah karena khawatir diserang Iran. Foto/Master Sergeant Andrew J Moseley/US Air Force
A
A
A
TEL AVIV - Militer Amerika Serikat (AS) telah memindahkan beberapa pesawat dan kapalnya dari beberapa pangkalan di Timur Tengah. Aset-aset militer itu dipindahkan karena khawatir menjadi target serangan Iran.
Dua pejabat Amerika, yang berbicara kepada Reuters, mengungkap pemindahan aset-aset militer tersebut.
Langkah tersebut diambil saat Presiden Donald Trump membuat dunia bertanya-tanya apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan pengeboman Israel terhadap situs nuklir dan rudal Iran pada Rabu, saat penduduk meninggalkan ibu kotanya pada hari keenam serangan udara Zionis.
Baca Juga: AS-Israel Akan Keroyok Iran? Trump: Saya Mungkin Melakukannya, Mungkin Tidak
Perang Iran-Israel telah berlanjut, memasuki hari ketujuh pada Kamis (19/6/2025).
Secara terpisah, Kedutaan AS di Qatar mengeluarkan peringatan hari ini yang membatasi sementara personelnya untuk mengakses Pangkalan Udara Al Udeid, instalasi militer AS terbesar di Timur Tengah, yang terletak di gurun di luar Doha.
Kedutaan memberi tahu personel dan warga AS di Qatar untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai "tindakan pencegahan dan mengingat permusuhan regional yang sedang berlangsung".
Kedua pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pemindahan pesawat dan kapal merupakan bagian dari rencana untuk melindungi pasukan AS, tetapi menolak mengatakan berapa banyak yang telah dipindahkan dan ke mana.
Salah satu pejabat mengatakan pesawat yang tidak berada di tempat perlindungan yang diperkeras telah dipindahkan dari pangkalan Al Udeid dan kapal Angkatan Laut telah dipindahkan dari pelabuhan di Bahrain, tempat armada ke-5 militer berada.
"Ini bukan praktik yang tidak biasa," kata pejabat tersebut. “Perlindungan pasukan adalah prioritas," katanya lagi.
Reuters adalah yang pertama melaporkan minggu ini pergerakan sejumlah besar pesawat tanker ke Eropa dan aset militer lainnya ke Timur Tengah, termasuk pengerahan lebih banyak jet tempur.
Sebuah kapal induk bertenaga nuklir yang awalnya beroperasi di perairan Indo-Pasifik juga menuju ke Timur Tengah.
Israel melancarkan perang udara sejak Jumat pekan lalu setelah menyimpulkan Iran hampir mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Iran telah menyampaikan kepada Washington bahwa mereka akan menanggapi dengan tegas Amerika Serikat jika Washington terlibat langsung dalam kampanye militer Israel, perwakilan Iran untuk PBB di Jenewa kemarin.
Dua pejabat Amerika, yang berbicara kepada Reuters, mengungkap pemindahan aset-aset militer tersebut.
Langkah tersebut diambil saat Presiden Donald Trump membuat dunia bertanya-tanya apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan pengeboman Israel terhadap situs nuklir dan rudal Iran pada Rabu, saat penduduk meninggalkan ibu kotanya pada hari keenam serangan udara Zionis.
Baca Juga: AS-Israel Akan Keroyok Iran? Trump: Saya Mungkin Melakukannya, Mungkin Tidak
Perang Iran-Israel telah berlanjut, memasuki hari ketujuh pada Kamis (19/6/2025).
Secara terpisah, Kedutaan AS di Qatar mengeluarkan peringatan hari ini yang membatasi sementara personelnya untuk mengakses Pangkalan Udara Al Udeid, instalasi militer AS terbesar di Timur Tengah, yang terletak di gurun di luar Doha.
Kedutaan memberi tahu personel dan warga AS di Qatar untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai "tindakan pencegahan dan mengingat permusuhan regional yang sedang berlangsung".
Kedua pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pemindahan pesawat dan kapal merupakan bagian dari rencana untuk melindungi pasukan AS, tetapi menolak mengatakan berapa banyak yang telah dipindahkan dan ke mana.
Salah satu pejabat mengatakan pesawat yang tidak berada di tempat perlindungan yang diperkeras telah dipindahkan dari pangkalan Al Udeid dan kapal Angkatan Laut telah dipindahkan dari pelabuhan di Bahrain, tempat armada ke-5 militer berada.
"Ini bukan praktik yang tidak biasa," kata pejabat tersebut. “Perlindungan pasukan adalah prioritas," katanya lagi.
Reuters adalah yang pertama melaporkan minggu ini pergerakan sejumlah besar pesawat tanker ke Eropa dan aset militer lainnya ke Timur Tengah, termasuk pengerahan lebih banyak jet tempur.
Sebuah kapal induk bertenaga nuklir yang awalnya beroperasi di perairan Indo-Pasifik juga menuju ke Timur Tengah.
Israel melancarkan perang udara sejak Jumat pekan lalu setelah menyimpulkan Iran hampir mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Iran telah menyampaikan kepada Washington bahwa mereka akan menanggapi dengan tegas Amerika Serikat jika Washington terlibat langsung dalam kampanye militer Israel, perwakilan Iran untuk PBB di Jenewa kemarin.
(mas)
Lihat Juga :