Iron Dome Diduga Diretas, Rudalnya Malah Berbalik Hantam Israel Sendiri

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:31 WIB
loading...
Iron Dome Diduga Diretas,...
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diduga diretas, rudal pencegat yang ditembakkan untuk melawan misil Iran justru berbalik menghantam wilayah Israel sendiri. Foto/Defense News
A A A
TEL AVIV - Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diduga telah diretas saat perangnya melawan Iran memanas. Rudal pencegat yang ditembakkan sistem tersebut justru berbalik menghantam wilayah Israel sendiri.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyinggung apa yang mereka sebut sebagai kegagalan kritis dalam infrastruktur pertahanan Israel ketika video viral yang diambil dari wilayah Zionis menunjukkan kegagalan misi rudal pencegat dari Iron Dome.

“Para pengamat mengeklaim sistem Iron Dome telah disusupi, diduga diretas hingga beberapa rudal Israel dialihkan dan menghantam target Israel," tulis IRNA dalam laporannya, Selasa (17/6/2025).

Baca Juga: Pertama Kali Ditembakkan Iran, Rudal Haj Qassem Sukses Bobol Iron Dome Israel

Selain itu, rekaman video saksi mata menunjukkan rudal Iran menembus pertahanan udara Israel dan menghantam lokasi dengan perlawanan minimal.

Sebelumnya pada hari Senin, Direktorat Siber Nasional Israel mengakui adanya serangan siber di mana warga sipil menerima peringatan darurat palsu yang memberi tahu mereka untuk menghindari tempat perlindungan bom umum, yang semakin memperparah kekacauan di negara Yahudi tersebut.

Pasukan Iran dan Israel, yang dimulai sejak Jumat lalu, telah memasuki hari kelima. Di pihak Iran lebih dari 200 orang tewas. Sedangkan di pihak Israel lebih dari 20 orang tewas.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah pesan yang tidak menyenangkan di situs media sosialnya pada Senin malam yang menyerukan semua orang untuk meninggalkan Teheran sesegera mungkin.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tulis Trump, seraya menambahkan, “Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran!”

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan di media sosial tak lama setelah unggahan Trump bahwa dia kembali dari KTT G7 di Kanada sehari lebih awal karena konflik Iran-Israel yang semakin memanas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan Israel telah menghambat program nuklir Iran dalam waktu yang sangat lama. Dia mengeklaim berhubungan dengan Trump setiap hari.

"Rezim ini sangat lemah," katanya, mengacu pada Iran.

Iran telah berkali-kali memnegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai, dan AS serta negara-negara lain telah menilai bahwa Teheran tidak memiliki upaya terorganisasi untuk mengembangkan senjata nuklir sejak 2003.

Namun, Badan Energi Atom Internasional telah memperingatkan bahwa Iran memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat beberapa bom nuklir jika negara itu memilih untuk melakukannya.

Perang bolak-balik tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang perang habis-habisan antara kedua negara dan mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam pergolakan yang lebih besar.

Pada hari Senin, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada 330.000 orang di bagian tengah Teheran yang menjadi lokasi kantor pusat televisi dan polisi negara itu, serta tiga rumah sakit besar, termasuk satu rumah sakit milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Kota itu, salah satu yang terbesar di kawasan itu, dihuni oleh sekitar 9,5 juta orang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Kalahkan Australia di...
Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
Rekomendasi
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
Berita Terkini
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved