Dialog HAM ke-40 UE-China Tegang, Isu Minoritas dan Kebebasan Jadi Sorotan

Selasa, 17 Juni 2025 - 13:19 WIB
loading...
Dialog HAM ke-40 UE-China...
Dialog HAM ke-40 Uni Eropa-China berlangsung tegang. Isu minoritas dan kebebasan di China menjadi sorotan. Foto/SINDO News
A A A
JAKARTA - Dalam pembicaraan isu hak asasi manusia (HAM) dengan China belum lama ini, Uni Eropa (UE) menyuarakan kekhawatiran tentang apa yang disebutnya sebagai "kemunduran kebebasan fundamental" di negara tersebut.

UE mengutip campur tangan pemerintah China dalam rencana suksesi Dalai Lama, tindakan keras di Hong Kong, dan pemenjaraan aktivis Uighur serta Tibet sebagai contoh dalam pernyataan resminya pada Dialog HAMUE-China edisi ke-40 di Brussels.

Melansir dari SCMP, Selasa (17/6/2025), UE menuduh China melakukan "pembatasan terus-menerus terhadap kebebasan berekspresi, beragama atau berkeyakinan, berkumpul secara damai, dan hak atas kesetaraan serta non-diskriminasi."

Baca Juga: AS Larang Impor Seafood dari Kapal China Terkait Dugaan Kerja Paksa

Blok Eropa tersebut menyerukan perhatian global pada apa yang disebutnya sebagai "erosi supremasi hukum, pelanggaran hak proses hukum dan kurangnya independensi peradilan" serta "penggunaan kerja paksa dan program pemindahan tenaga kerja.”

China menolak semua tuduhan tersebut pada Sabtu lalu.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa selama dialog tersebut, Beijing memperkenalkan konsepnya tentang HAM dan menunjuk pada masalah-masalah di negara-negara anggota Uni Eropa.

Masalah-masalah itu disebut China meliputi kemunduran demokrasi dan kebebasan, rendahnya perhatian terhadap hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya, pelanggaran hak-hak pengungsi dan imigran, dan diskriminasi rasial.

Perlindungan Etnis Minoritas


Dalam pernyataannya, yang juga dipublikasikan di hari Sabtu, Uni Eropa mengatakan bahwa "pemilihan pemimpin agama harus dilakukan tanpa campur tangan pemerintah dan sesuai dengan norma-norma agama, termasuk untuk suksesi Dalai Lama."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved