Dialog HAM ke-40 UE-China Tegang, Isu Minoritas dan Kebebasan Jadi Sorotan

Selasa, 17 Juni 2025 - 13:19 WIB
loading...
A A A
Mengenai Hong Kong, Brussels menyerukan "pembebasan segera dan tanpa syarat warga negara Inggris dan pengusaha media Jimmy Lai [Chee-ying] dan pengacara dan pembela HAM Chow Hang-tung.” UE juga menandai kekhawatiran tentang apa yang disebutnya "penggunaan undang-undang keamanan nasional yang represif yang terus melemahkan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental."

Kasus beberapa aktivis Tibet dan tokoh agama turut diangkat, termasuk Go Sherab Gyatso, Tashi Dorje, Anya Sengra, Tsongon Tsering, Drugdra, Lobsang Khedrub, dan Lobsang Gephel.

Pembicaraan tersebut tidak disambut baik semua pihak, dan kelompok-kelompok HAM telah lama menyerukan agar pembicaraan tersebut dihentikan.

KTT Uni Eropa-China


Human Rights Watch (HRW), sebuah organisasi non-pemerintah, dalam sebuah pernyataan telah "berulang kali mengkritik sifat pertemuan yang hanya mencentang kotak, di mana kritik di balik pintu tertutup tidak menghasilkan perbaikan konkret."

Pembicaraan tersebut merupakan salah satu dari beberapa "dialog" menjelang KTT Uni Eropa-China pada 24 dan 25 Juli. Hari pertama pertemuan puncak akan berlangsung di Beijing, dengan para pemimpin melakukan perjalanan ke provinsi tengah Anhui untuk putaran pembicaraan kedua pada hari berikutnya.

Uni Eropa dan China juga telah mengadakan pembicaraan lingkungan di Brussels pada hari Jumat pekan lalu.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi diperkirakan akan mengunjungi ibu kota Belgia awal bulan depan untuk pembicaraan politik dengan Kaja Kallas, diplomat tertinggi blok tersebut.

Kedua belah pihak diperkirakan akan mengadakan pembicaraan tentang perdagangan dan isu-isu digital untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak bulan depan, meski hingga kini belum ada tanggal yang diumumkan untuk itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved