Viral, Penyiar TV Pemerintah Iran Dibom Israel saat Live

Selasa, 17 Juni 2025 - 07:08 WIB
loading...
Viral, Penyiar TV Pemerintah...
Markas stasiun televisi pemerintah Iran dibom Israel saat penyiar beritanya sedang siaran langsung. Foto/cufi.org
A A A
TEHERAN - Markas stasiun televisi pemerintah Iran dibom Israel saat penyiar beritanya sedang siaran langsung (live) pada hari Senin. Dalam video yang viral, penyiar perempuan tersebut terpaksa menghentikan siarannya dan menyelamatkan diri.

Militer Zionis menargetkan markas besar lembaga penyiaran negara Iran, IRINN, sebagai bagian dari kampanye pengebomannya terhadap Republik Islam Iran. Menurut media setempat, kantor tersebut tetap beroperasi meskipun mengalami kerusakan.

Video yang beredar luas memperlihatkan seorang penyiar berita perempuan berkerudung menghentikan siarannya ketika debu dan puing-puing bangunan terlihat berjatuhan sebelum akhirnya lampu di ruangan tersebut padam setelah terdengar suara ledakan keras.

Baca Juga: Jenderal Iran: Pakistan Bakal Jatuhkan Bom Nuklir di Israel Jika...

Setidaknya empat bom menghantam Kantor Urusan Politik IRINN, yang dioperasikan oleh Badan Penyiaran Iran (IRIB). Foto dan video dari tempat kejadian menunjukkan gedung tersebut terbakar, dengan gumpalan asap hitam tebal mengepul di atasnya.

IRIB menegaskan bahwa siaran dilanjutkan beberapa menit setelah serangan Israel. Tidak jelas berapa banyak orang yang terkena dampak serangan itu.

Penyiar berita perempuan yang menyelamatkan diri itu diidentifikasi sebagai Sahar Emami. Dia dilaporkan tidak terluka dan kembali bekerja.

Emami mengutuk serangan tersebut dalam pembicaraan dengan IRIB dan mempertanyakan kelambanan komunitas internasional dalam menghadapi pembungkaman jurnalis.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang kantor penyiar itu, dengan mengeklaim bahwa fasilitas itu telah menjadi sasaran karena infrastruktur dan asetnya diduga digunakan oleh Angkatan Darat Iran dengan kedok aktivitas sipil.

Menurut Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, penyiar itu secara khusus menjadi sasaran serangan.

"Corong propaganda dan hasutan Iran sedang dalam perjalanan untuk menghilang," katanya tepat sebelum serangan itu terjadi, sebagaimana dilaporkanJerusalem Post, Selasa (17/6/2025).

Teheran telah mencap serangan terhadap penyiar itu sebagai kejahatan perang.

"Dewan Keamanan PBB harus bertindak sekarang untuk menghentikan agresor genosida melakukan kekejaman lebih lanjut terhadap rakyat kita," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengenai insiden tersebut.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) juga mengutuk serangan Israel tersebut. Mereka mengaku terkejut oleh tindakan militer Zionis Israel.

"Pertumpahan darah ini harus diakhiri sekarang," kata lembaga yang berbasis di New York itu dalam sebuah posting di X.

Perang ini pecah sejak Jumat pekan lalu, di mana Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran, termasuk yang menargetkan pusat pengayaan uranium di Natanz dan yang lainnya yang membunuh beberapa komandan militer senior dan ilmuwan nuklir.

Iran membalas dengan menembakkan banyak rudal balistik ke Israel. Kedua belah pihak saling serang sejak saat itu.

Di pihak Iran, ratusan orang dilaporkan telah tewas. Sedangkan di Israel, 24 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved