Jenderal Top Iran Tewas Dibombardir Israel, Ini Respons Marah Khamenei
Jum'at, 13 Juni 2025 - 10:52 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei marah setelah Israel membombardir Iran yang menewaskan panglima IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami. Foto/Khamenei.ir
A
A
A
TEHERAN - Mayor Jenderal Hossein Salami, panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, telah tewas setelah puluhan jet tempur Israel membombardir situs militer dan nuklir negara Islam tersebut, Jumat (13/6/2025). Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei marah dan menjanjikan pembalasan yang pahit bagi rezim Zionis.
"Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dibunuh dalam serangan Israel di Teheran," tulis kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Media Zionis, Jerusalem Post, melaporkan serangan dengan nama sandi Operasi Rising Lion ini kemungkinan juga menewaskan Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan ilmuwan nuklir senior negara tersebut. Namun, media pemerintah Iran menepis laporan spekulatif tersebut.
Baca Juga: Breaking News-Perang Pecah, Israel Serang Iran!
"Pada dini hari ini, rezim Zionis mengulurkan tangannya yang jahat dan berlumuran darah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta, memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menargetkan daerah permukiman. Rezim harus menunggu hukuman berat," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.
"Atas kehendak Tuhan, lengan kuat Angkatan Bersenjata Republik Islam tidak akan membiarkannya luput dari hukuman," lanjut dia.
"Dalam serangan musuh, beberapa komandan dan ilmuwan menjadi martir. Pengganti dan kolega mereka akan segera melanjutkan tugas mereka, Insya Allah," imbuh Khamenei.
"Dengan kejahatan ini, rezim Zionis telah menyiapkan nasib yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri—dan tidak diragukan lagi akan menghadapinya," paparnya.
Fars News yang berafiliasi dengan IRGC Iran melaporkan bahwa beberapa unit hunian di Shahrak-e Mahallati di Teheran timur telah menjadi sasaran serangan udara Israel. Distrik tersebut diketahui menampung para pejabat militer senior Iran dan keluarga mereka.
Televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di beberapa wilayah di Teheran. Wilayah udara Iran telah ditutup tak lama setelah serangan udara Israel dimulai.
Baca Juga: Israel Gempur Iran, Habis Panglima Tertinggi IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami
Pihak Bandara Imam Khomeini Teheran mengatakan telah membatalkan semua penerbangannya. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menyebutkan wilayah udara Iran telah ditutup.
"Rumah pejabat senior militer dan politik menjadi sasaran serangan udara Israel di Teheran," kata seorang pejabat senior politik Israel kepada Iran International, yang berbicara dengan syarat anonim. "Warga sipil bukanlah target yang dimaksud," ujarnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan keadaan darurat di seluruh Israel setelah perang pecah.
"Setelah serangan preemptive Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan segera terjadi," kata Katz.
"Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dibunuh dalam serangan Israel di Teheran," tulis kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Media Zionis, Jerusalem Post, melaporkan serangan dengan nama sandi Operasi Rising Lion ini kemungkinan juga menewaskan Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan ilmuwan nuklir senior negara tersebut. Namun, media pemerintah Iran menepis laporan spekulatif tersebut.
Baca Juga: Breaking News-Perang Pecah, Israel Serang Iran!
"Pada dini hari ini, rezim Zionis mengulurkan tangannya yang jahat dan berlumuran darah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta, memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menargetkan daerah permukiman. Rezim harus menunggu hukuman berat," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.
"Atas kehendak Tuhan, lengan kuat Angkatan Bersenjata Republik Islam tidak akan membiarkannya luput dari hukuman," lanjut dia.
"Dalam serangan musuh, beberapa komandan dan ilmuwan menjadi martir. Pengganti dan kolega mereka akan segera melanjutkan tugas mereka, Insya Allah," imbuh Khamenei.
"Dengan kejahatan ini, rezim Zionis telah menyiapkan nasib yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri—dan tidak diragukan lagi akan menghadapinya," paparnya.
Fars News yang berafiliasi dengan IRGC Iran melaporkan bahwa beberapa unit hunian di Shahrak-e Mahallati di Teheran timur telah menjadi sasaran serangan udara Israel. Distrik tersebut diketahui menampung para pejabat militer senior Iran dan keluarga mereka.
Televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di beberapa wilayah di Teheran. Wilayah udara Iran telah ditutup tak lama setelah serangan udara Israel dimulai.
Baca Juga: Israel Gempur Iran, Habis Panglima Tertinggi IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami
Pihak Bandara Imam Khomeini Teheran mengatakan telah membatalkan semua penerbangannya. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menyebutkan wilayah udara Iran telah ditutup.
"Rumah pejabat senior militer dan politik menjadi sasaran serangan udara Israel di Teheran," kata seorang pejabat senior politik Israel kepada Iran International, yang berbicara dengan syarat anonim. "Warga sipil bukanlah target yang dimaksud," ujarnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan keadaan darurat di seluruh Israel setelah perang pecah.
"Setelah serangan preemptive Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan segera terjadi," kata Katz.
(mas)
Lihat Juga :